Pimpinan KPK Luruskan 'Masalah Selesai di Pesawat' dengan Mumtaz Rais

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 11:25 WIB
Nawawi Pomolango
Pimpinan KPK Nawawi Pomolango (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan KPK Nawawi Pomolango mengklarifikasi anggapan urusannya dengan politikus PAN Mumtaz Rais telah selesai di pesawat terkait ribut-ribut karena persoalan menelepon. Nawawi mengatakan tidak ada acara 'maaf-memaafkan' dengan Mumtaz Rais di pesawat.

"Kalau ada yang saya merasa perlu sampaikan, mungkin lebih tertuju pada pernyataan 'beberapa pihak' bahwa seakan urusan 'telah selesai di atas pesawat' tapi saya kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian Bandara Soetta. Karenanya, saya ingin mengklarifikasi pernyataan tersebut," kata Nawawi kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).

Insiden ribut-ribut ini terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Gorontalo-Makassar-Jakarta. Pada kejadian ini, Nawawi duduk satu deret kursi dengan Mumtaz Rais. Nawawi menjelaskan Mumtaz Rais melakukan komunikasi telepon saat pesawat tengah mengisi bahan bakar di Makassar.

"Bahwa seat saya dengan yang bersangkutan adalah sederet, yang bersangkutan di 6A dan saya 6K, dan tidak ada orang lain lagi di barisan kursi tersebut. Bahwa komunikasi telepon yang dilakukan yang bersangkutan berlangsung pada saat pesawat sedang melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Makassar," kata Nawawi.

Nawawi mengatakan cara komunikasi Mumtaz Rais saat menelepon mengganggu kenyamanan. Nawawi pun turut menegur Mumtaz Rais.

"Kalimat awal yang saya ucapkan untuk ikut mengingatkan yang bersangkutan hanyalah 'Mas, tolong dipatuhi saja aturannya'," ujar Nawawi.

Tonton juga 'Penjelasan KPK soal Insiden Nawawi Pomolango-Mumtaz Rais':

[Gambas:Video 20detik]

Setelah menegur Mumtaz Rais, sempat terjadi insiden ribut-ribut. Nawawi mengatakan Mumtaz Rais sudah ditenangkan, tetapi terus mengucapkan 'pahlawan kesiangan' kepada dirinya.

"Tidak pernah ada acara 'maaf-memaafkan' antara yang bersangkutan dengan saya, bahkan yang bersangkutan, meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, masih terus mengucapkan kata-kata 'pahlawan kesiangan', dan saya hanya menyampaikan, saya akan meneruskan urusannya ke pihak berwenang di bandara," kata Nawawi.

Selanjutnya
Halaman
1 2