Irjen Napoleon Bonaparte Tersangka, Kompolnas: Kabareskrim Penuhi Janjinya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 08:42 WIB
Komisioner Kompolnas Andrea H Pulungan
Andrea H Poelongan (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte dan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap Djoko Tjandra. Kompolnas menilai Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo telah memenuhi janjinya untuk mengusut kasus ini.

"Kabareskrim telah memenuhi janjinya, bahwa apabila penerbitan surat tersebut diketahui ada aliran dana (uang), beliau akan menindaklanjutinya. Sebagai anggota Kompolnas, tentu saya mengapresiasinya," kata komisioner Kompolnas Andrea H Poelongan kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Andrea mengatakan pihaknya juga mendukung agar kasus ini diusut tuntas. Seperti pihak yang terlibat di luar Polri.

"Dan Kompolnas mendukung agar penyidikan ini diperluas hingga terduga pelaku yang dari luar Polri, termasuk jika ada oknum dari Imigrasi, oknum dari Kejaksaan, oknum Disdukcapil, dan lainnya. Tidak hanya yang bersangkutan, PU, Djoko S Tjandra, dan TS saja," jelasnya.

Lebih lanjut, Andrea meminta agar aliran dana dalam kasus pelarian Djoko Tjandra sebelum ditangkap itu terus diusut tuntas, sehingga Andrea meminta Polri memimpin dalam pengusutan kasus ini.

"Yang perlu didalami adalah peran TS dan Djoko S Tjandra, ke mana saja mereka mengalirkan 'dana'-nya. Makanya, penyidikannya harus luas, dan Polri perlu dukungan politis dari Komisi III untuk ambil alih pimpinan keseluruhan penyidikan yang terkait Djoko S Tjandra, di bawah Korsup KPK.

"Tidak perlu tim khusus, biarkan Polri memimpin penyidikan seluruhnya dan biarkan KPK melakukan koordinasi dan supervisi, serta biarkan nantinya jaksa yang menuntut," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2