Sebut Ada Indikasi Bangkitnya Komunis, Sejumlah Ormas Deklarasikan AP-KAMI

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 20:41 WIB
Aliansi Pendukung-Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (AP-KAMI).
Aliansi Pendukung-Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (AP-KAMI). (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) mendeklarasikan Aliansi Pendukung-Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (AP-KAMI). Mereka menyebut ada indikasi kebangkitan komunisme di Indonesia.

"Indikasi atas bangkitnya komunis di Indonesia, juga tampak adanya pembiaran dan lemahnya penegakan hukum oleh aparat hukum. Padahal Tap MPRS XXV/1966 masih berlaku dan secara tegas melarang timbulnya atau eksistensi paham komunisme, marxisme dan leninisme di Indonesia. Kondisi tersebut terbukti dengan belum dicabutnya RUU HIP yang berbau komunis, kemudian malah bermutasi menjadi RUU BPIP," kata Presidium AP-KAMI Djuju Purwantoro, dalam deklarasi AP-KAMI di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No 45, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2020).

Djuju mengklaim organisasi yang bergabung dalam AP-KAMI berjumlah 50 ormas, di antaranya Pengacara dan Jawara Bela Umat (PEJABAT), Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ).

Mereka bermaksud bersikap kritis kepada pemerintah. Menurutnya, kritik penting untuk membentuk pemerintahan yang baik.

"Oleh karena itu, upaya kontrol, kritik maupun pengawasan atau watchdog, secara terus-menerus dan serius harus dilakukan masyarakat. Kontrol kritis secara stelsel aktif oleh masyarakat atau pressure group harus tetap dilakukan dalam koridor legal dan konstitusional," Djuju.

AP-KAMI juga ingin pemerintah serius menangani wabah pandemi COVID-19.

"Dan yang ketiga adalah bagaimana pihak penguasa atau eksekutif ini melaksanakan undang-undang tentang COVID-19 ini secara murni dan konsekuen sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak semena-mena mereka menggunakan anggaran yang berjumlah ratusan triliun itu, yang sejatinya sebetulnya untuk pengobatan dan pencegahan COVID-19," ujarnya.

Simak video 'Virus Corona Ada di Makanan Beku, WHO Sebut Belum Ada Bukti':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)