Warga Kota Bogor Diimbau Tak Gelar Perayaan HUT RI Ke-75

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 16:53 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengimbau warganya agar tahun ini menahan diri untuk tidak menggelar acara perayaan HUT RI ke-75 yang mengundang kerumunan. Sebab, data menunjukkan kasus COVID-19 di Kota Bogor mengalami kenaikan.

"Dari tanggal 1-13 Agustus ini tercatat ada 98 kasus positif. Ini angka yang lebih tinggi daripada keseluruhan angka positif di bulan Juli lalu. Sebagian besar kalau kita dalami penularannya berasal dari luar kota," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2020)

Hal tersebut diungkapkannya dalam video berdurasi 2:30 menit yang dipublikasikan Pemkot Bogor. Dalam video tersebut, ia mengajak warga untuk semakin waspada. Pasalnya, saat ini banyak terjadi penularan dalam keluarga karena tidak waspada.

Ia juga mengingatkan agar warga yang pulang bepergian dari luar kota, apalagi dari daerah yang rawan agar tetap waspada. Apabila ada gejala segera dilakukan test swab dengan difasilitasi puskesmas atau Dinas Kesehatan Kota Bogor.

"Juga bagi Anda atau anggota keluarga Anda yang sehari-harinya aktif di luar rumah, pastikan ketika pulang ke rumah jangan dulu berinteraksi dengan anggota keluarga sebelum Anda membersihkan diri secara total, untuk menghindari membawa virus dari luar rumah masuk ke dalam rumah," jelasnya.

Saat ini, Pemkot Bogor mencatat ada 24 keluarga yang menjadi sumber penularan kasus. Bahkan, ada satu keluarga yang anggota keluarganya 22 orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 dengan keseluruhan kasus positif di keluarga ada 85 kasus.

"Jadi, hati-hati betul untuk selalu membersihkan diri dan menjaga jarak apabila Anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan ke arah COVID-19, karena situasi seperti ini untuk keselamatan kebaikan dan kesehatan semua," terangnya.

Dia meyakini kemerdekaan tidak hilang maknanya ketika dirayakan dengan protokol kesehatan.

"Merah putih akan selalu di dada dan di sanubari walaupun kita tidak menyelenggarakan acara yang mengundang keramaian, khususnya mengundang penularan COVID-19 di Kota Bogor," pungkasnya.

(prf/ega)