Round-Up

Narasi Demokrasi dalam Bintang Jasa untuk Fahri-Fadli

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 08:01 WIB
Jokowi-Maruf bersama Fahri Hamzah dan Fadli Zon (YouTube Setpres)
Foto: Jokowi-Ma'ruf bersama Fahri Hamzah dan Fadli Zon (YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanda jasa berupa Bintang Mahaputera Nararya kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Duo Fahri-Fadli dikenal publik sebagai pengkritik Jokowi, khususnya saat mereka masih menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2014/2019.

Bintang Mahaputera Nararya merupakan salah satu jenis tanda kehormatan berupa bintang untuk kalangan sipil (non-militer). Pihak yang memberikan pertimbangan kepada Presiden mengenai siapa-siapa saja yang pantas diberi bintang adalah pihak Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Bintang Mahaputera diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Jika Bila Fahri Hamzah dan Fadli Zon mendapatkan Bintang Mahaputera Nararya, berarti paling tidak Fahri dan Fadli adalah WNI yang berjasa terhadap bangsa, berkelakuan baik, dan tidak pernah dipidana dengan ancaman lima tahun.

Penganugerahan itu dilakukan di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut mendampingi Jokowi. Selan Fahri dan Fadli, total ada 53 orang yang mendapat bintang jasa.

"Ya ini, penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara. Dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh dewan tanda gelar dan jasa. Jadi pertimbangan yang sudah matang," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2020).

Jokowi mengakui Fahri dan Fadli memang kerap berlawanan dengannya. Namun, hal itu bukan berarti bermusuhan. "Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon ya berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, penganugerahan Tanda Kehormatan terhadap Fahri dan Fadli merupakan cerminan negara demokrasi. Dia pun mengaku berkawan baik dengan keduanya.

"Ya inilah yang namanya negara demokrasi. Saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan Pak Fadli Zon. Jadi inilah Indonesia," kata Jokowi.

Tonton video 'Fahri-Fadli Dapat Tanda Jasa, Jokowi: Beda Politik Bukan Berarti Musuhan':

[Gambas:Video 20detik]



Fadli Zon menilai penghargaan itu merupakan sebuah kehormatan untuk rakyat. Dia menedapat penghargaan itu karena pernah memimpin DPR RI sebagai Wakil Ketua DPR RI.

"Ini sebuah kehormatan karena saya dan Saudara Fahri dari pimpinan lembaga tinggi negara DPR yang mewakili rakyat tentunya penghargaan ini sebetulnya adalah penghargaan untuk rakyat dan kelembagaan untuk rakyat. Artinya juga untuk demokrasi kita," kata Fadli dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sementara itu, Fahri Hamzah menyebut pemberian tanda kehormatan dalam rangka mempersatukan bangsa Indonesia. Terlebih Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan dalam waktu dekat.

"Pada momen 17-an seperti ini, Presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol negara kita. Itu yang tadi beliau sampaikan sebagai simbol demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan apalagi sekarang situasinya lagi COVID dan sebagainya. Jadi saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua mempersatukan bangsa kita," ujar Fahri.

(aik/aik)