Round-Up

Pesan Beda Politik Jokowi Tak Berarti Musuhan dengan Fahri-Fadli

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 21:36 WIB
Jokowi-Maruf bersama Fahri Hamzah dan Fadli Zon (YouTube Setpres)
Jokowi-Ma'ruf bersama Fahri Hamzah dan Fadli Zon (YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan tanda kehormatan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Ada pesan yang diselipkan Jokowi dalam momen itu.

Jokowi menganugerahkan bintang tanda jasa kepada 53 tokoh, termasuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon, di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2020. Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut mendampingi Jokowi.

Satu per satu nama tokoh yang mendapat penghargaan dibacakan dalam acara tersebut, termasuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon, yang merupakan pimpinan DPR periode 2014-2019.

Setelah pembacaan penganugerahan, Jokowi dan Ma'ruf Amin menghampiri tokoh-tokoh tersebut untuk memberi selamat. Satu per satu tokoh dihampiri Jokowi dengan durasi interaksi sekitar 3 detik. Namun durasi interaksi Jokowi dengan Fahri lebih lama.

Jokowi dan Fahri tampak terlibat perbincangan sekitar 12 detik. Fahri dan Jokowi beberapa kali tertawa dan tersenyum ketika berbincang. Selepas pemberian anugerah itu, Jokowi bersama Ma'ruf Amin mengajak Fahri dan Fadli untuk memberikan keterangan pers kepada media yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi menegaskan penganugerahan itu sudah melalui pertimbangan yang matang.

"Ya ini, penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara. Dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh dewan tanda gelar dan jasa. Jadi pertimbangan yang sudah matang," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2020).

Jokowi juga mengungkapkan Fahri dan Fadli selama ini kerap berlawanan dengan pemerintah dalam politik.

Namun, menurut Jokowi, hal itu bukan berarti bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara.

"Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon ya berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara," tegas Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2