Tersangka Kasus Temuan Zat Radioaktif di Perumahan Batan Indah Segera Disidang

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 18:21 WIB
2 Warga Kena Radioaktif, Begini Suasana Terkini di Perumahan Batan Indah
Lokasi penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangsel. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Berkas kasus penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (Tangsel), dinyatakan lengkap. Tersangka kasus tersebut, berinisial SM, segera menjalani persidangan.

"Alhamdulillah kasus tersebut sudah P21," kata Kasubdit 2 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Wishnu Hermawan Februanto, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

Namun, Hermawan tak menjelaskan kapan sidang perdana kasus penemuan zat radioaktif itu akan digelar. Hermawan kembali menjelaskan tersangka SM diduga memanfaatkan tenaga nuklir tanpa izin.

"Saudara SM melakukan pemanfaatan tenaga nuklir tanpa memiliki izin, dalam hal ini yang dilakukan oleh Drs Suhaedi Muhammad, yaitu menyimpan limbah zat radioaktif yang seharusnya disimpan oleh PT BANTEK untuk di re-ekspor atau dilimbahkan ke PTLR-BATAN," jelasnya.

Kasus ini berawal ketika Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan survei paparan radiasi di Perumahan Batan Indah pada 21-22 Februari lalu. Setelah ditemukan adanya laju radiasi melebihi toleransi, penelusuran dilakukan, dan Bapeten menemukan beberapa sumber radioaktif di rumah SM.

Bapeten pun melaporkan kasus ini dan polisi turun untuk melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, polisi lalu menangkap SM dan menetapkannya sebagai tersangka.

"Seluruh perusahaan atau badan usaha yang menggunakan zat radioaktif harus terdaftar di Bapeten. Bareskrim Polri akan menindaklanjuti dan menindak tegas terhadap segala penyimpangan pemanfaatan zat radioaktif yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tandas Hermawan.

SM diketahui menyimpan zat radioaktif di tempat tinggalnya karena membuka jasa dekontaminasi radioaktif. SM dijerat Pasal 42 dan/atau Pasal 43 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

(zak/zak)