Petani Tewas-Dinkes Dirampok, Ali Kalora cs Masih Diburu Satgas Tinombala

M Qadri - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 16:25 WIB
Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal (M Qadri/detikcom)
Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal (M Qadri/detikcom)
Palu -

Satgas Operasi Tinombala masih terus memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal mengatakan MIT masih dipimpin Ali Kalora.

"Sampai saat ini, dari kepolisian mencatat belum ada ketambahan DPO MIT Poso, artinya masih sisa DPO yang lama, yaitu sekitar 14 orang. Yang mana kelompok tersebut masih dipimpin oleh Ali Kalora," kata Irjen Syafril, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, Satgas Operasi Tinombala masih mengejar kelompok sipil bersenjata tersebut yang masih melakukan aktivitas di Pegunungan Poso dan di sejumlah wilayah di Sulteng. Kelompok ini kembali bikin ulah dengan membunuh petani hingga merampas muatan petugas dinkes.

"Sekarang masih dilakukan perburuan, mudah-mudahan bisa tertangkap. Dan kami sudah pastikan bahwa pelaku yang membunuh petani Poso di kebun serta yang menghadang rombongan pegawai Dinkes Poso Sabtu kemarin adalah Ali Kalora cs," ucapnya.

Sebelumnya, Irjen Syafril mengatakan rombongan pegawai Dinkes Kabupaten Poso dihadang kelompok sipil bersenjata pada Sabtu (8/8) saat kembali ke Kota Poso dari wilayah Lembah Napu. Penghadangan rombongan itu terjadi di Jalan Trans Sulawesi antara daerah Hae dan Sanginora, Poso.

Dia mengatakan pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang, yang dibekali senjata api. Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun sebagian barang muatan rombongan Dinkes Poso diambil oleh pelaku.

"Para korban digeledah, diperiksa dan barang bawaannya diambil oleh kelompok Ali Kalora cs," ucap Syafril, kemarin.

Syafril menyebutkan kejadian tersebut berlangsung sebelum penyanderaan dua petani di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Kedua petani tersebut adalah AP dan AB yang sedang berjaga kebun jagung.

"Pelaku penghadangan rombongan Dinkes Poso dan penyanderaan dua petani, diduga kelompok yang sama. AB berhasil melarikan diri, sementara AP ditemukan tewas dibacok dengan mengenaskan," tuturnya.

(jbr/jbr)