Dukung Perputaran Ekonomi, Jasa Angkut Penumpang & Barang KAI Meroket

Reyhan Diandri - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 11:41 WIB
KAI
Foto: KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebagai bagian dari sistem dan ekosistem transportasi nasional berusaha mendukung perputaran roda perekonomian bergerak maju. Hal itu dibuktikan dengan melayani sebanyak 429,26 juta pelanggan di tahun 2019. Jumlah ini meningkat sebesar 1,27% dari tahun 2018 yang melayani sebanyak 423,84 juta pelanggan.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan dalam sistem transportasi Indonesia saat ini, integrasi antarmoda telah banyak membawa perubahan sekaligus manfaat besar bagi masyarakat untuk berbagai aksesibilitas dan kemudahan aktivitas ekonomi.

"Di zaman yang semua bergerak serba cepat ini, KAI berkomitmen untuk bisa berpacu selaras dengan perkembangan yang ada untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan kereta api. Hal ini juga sebagai wujud pengadian KAI bagi masyarakat dan untuk mewujudkan perekonomian bangsa yang maju," ujar Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2020).

Didiek mengatakan sejarah panjang perkeretaapian memberi kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. Berselang 75 tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, kereta api terus menjadi tulang punggung transportasi, baik itu angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Berbagai inovasi dan kemajuan dari tahun ke tahun menjadi sebagian dari kontribusi nyata kereta api untuk turut membangun dan memajukan perekonomian bangsa Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, KAI turut mendukung akselerasi modernisasi transportasi, salah satunya di aspek layanan angkutan penumpang.

"KAI menyediakan transportasi untuk semua kalangan masyarakat Indonesia dan turut memberikan edukasi bagaimana budaya bertransportasi massal yang mendukung kenyamanan dan keselamatan bersama," ungkapnya.

Didiek mengatakan KAI juga turut bersinergi dengan sesama BUMN, Pemerintah Daerah, maupun swasta untuk mewujudkannya. Misalnya dalam pengerjaan proyek LRT Jabodebek, pembangunan stasiun terpadu, dan sebagainya. Berbagai kemudahan layanan lewat aplikasi KAI Access kini juga telah membawa perubahan bagi kebiasaan bertransportasi masyarakat.

"Semua serba mudah, cepat, dan praktis sehingga waktu dan tenaga bisa dimaksimalkan untuk aktivitas prioritas lainnya," imbuhnya.

Selain itu, kehadiran jalur-jalur KA juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan aksesibilitas yang lebih mudah. Berbagai potensi daerah dapat dikembangkan dan dimaksimalkan, baik itu potensi wisata, ekonomi lokal, dan peluang untuk memperluas jaringan semakin terbuka.

Kereta api yang menghubungkan berbagai stasiun di berbagai daerah bahkan menghubungkan pintu masuk dan keluar suatu wilayah seperti bandara dan pelabuhan membuka berbagai peluang baik bagi individu, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha dan bisnis kelas besar.

"Angkutan barang atau logistik kereta api juga terus menggeliat. Di sektor angkutan barang, pada tahun 2019 KAI mengangkut sebanyak 47,62 juta ton. Meningkat sebesar 5,35% dibandingkan tahun 2018 sebesar 45,2 juta ton. Selain melayani angkutan hasil tambang, perkebunan, dan industri kelas besar, KAI juga telah menghadirkan angkutan kelas retail," jelasnya.

Kehadiran layanan Rail Express yang mengusung angkutan retail dengan harga terjangkau menjadi angin segar di kalangan pelaku usaha, khususnya UMKM. Layanan Rail Express merupakan layanan angkutan barang station to station dengan harga terjangkau dan tersebar di 60 stasiun. Rail Express melayani hampir semua jenis barang retail di antaranya paket, motor, produk UMKM, e-commerce, bahan pangan, dan lainnya.

Rail Express tidak terbatas hanya untuk kalangan pengusaha, pelanggan individu pun akan dilayani sama baiknya. Dalam rangka HUT ke-75 RI, KAI memberikan diskon sebesar 17% untuk layanan Rail Express pada periode 8 - 31 Agustus 2020.

"KAI siap mendistribusikan barang retail baik itu barang pangan sepertiberas, telur, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lainnya dengan aman, tepat waktu, dan efisien. Rail Express diharapkanbisa mendukung para pelaku UMKM sehingga roda ekonomi bangsa terus bergerak dinamis," ujar Didiek.

Kepercayaan pengusaha melakukan distribusi menggunakan Rail Express semakin meningkat. Hal itu bisa dilihat dari volume angkut yang terus bertambah. Pada Mei 2020, Rail Express mengangkut sebanyak 6.103 ton, pada Juni 2020 meningkat menjadi sebanyak 10.581 ton, dan pada Juli 2020 berhasil mengangkut sebanyak 11.325 ton.

Produk UMKM yang diangkut pun kian bervariasi seperti telur, tahu susu, dan produk home industry lainnya. KAI terus untuk menjadi solusi bagi ekosistem transportasi yang dapat mendorong kemajuan perekonomian bangsa.

"Ke depan, berbagai perubahan dan tantangan tak akan berhenti selaras dengan berbagai ketidakpastian zaman. Dunia pelayanan publik pun semakin dinamis. Sebagai pelayan publik, KAI akan siap, terbuka dan semangat untuk menghadapi perubahan dan terus melahirkan inovasi," pungkasnya.

(mul/mpr)