Viral Skripsi 'Zionis' Berdaftar Pustaka Medsos, Ini Kata Kemendikbud

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 06:15 WIB
Dekan Fakultas Teknik UGM, Nizam, Kamis (22/11/2018).
Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam (Ristu Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Viral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyusun skripsi yang membahas zionis dengan merujuk pada laman media sosial. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) angkat bicara terkait hal itu.

"Secara umum bahan pustaka yang dapat disitir adalah yang kebenaran ilmiahnya sudah teruji," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam saat dikonfirmasi detikcom pada Rabu (12/8/2020).

Cara menyitir bahan pustaka dari media sosial (medsos) tidak berkaitan dengan lulus tidaknya seorang mahasiswa. Menurutnya, proses kelulusan mahasiswa dinilai melalui karya tulisnya yang harus memenuhi kaidah ilmiah.

"Penyitiran medsos tidak ada kaitannya dengan lulus atau tidak lulus. Tergantung pada karya tulisnya itu sendiri. Yang penting karya tulis tersebut sudah memenuhi kaidah ilmiah," ujar Nizam.

Nizam juga mengatakan sebuah karya tulis harus dapat dibuktikan isi tulisannya. Selain itu, menurutnya, harus memiliki logika di dalamnya.

"Bisa dibuktikan kebenaran isi tulisan dan logika penyimpulannya," ujar Nizam.

Selanjutnya
Halaman
1 2