Round-Up

Ulama Aceh Buka Suara Gegara Pemotongan Sapi Disorot Australia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 20:02 WIB
Kondisi ratusan ekor sapi milik Pemprov Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Kondisi ratusan ekor sapi milik Pemprov Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Proses pemotongan sapi di Aceh disorot oleh LSM Animals Australia karena dianggap 'tak manusiawi'. Ulama Aceh pun bersuara soal masalah ini.

Seperti dilansir dari ABC Australia, Rabu (12/8/2020), sebuah LSM bernama Animals Australia telah melayangkan surat protes kepada Departemen Pertanian, Air, dan Lingkungan Australia (DAWE), Jumat (6/8) lalu.

Dalam surat itu juga disertai rekaman video mengenai adanya pemotongan hewan dengan cara-cara tidak manusiawi di rumah pemotongan yang sudah memiliki lisensi yang berada di Aceh tersebut.

Menurut Animals Australia, rekaman itu terjadi saat pemotongan hewan selama Hari Raya Idul Adha, 30 Juli lalu.

Dalam pernyataannya kepada ABC, CEO Animals Australia Glenys Oogjes mengatakan tata cara pemotongan 'sangatlah mengkhawatirkan', seperti yang sudah pernah diungkapkan pada 2011.

Padahal sekarang sudah ada sistem pemantauan yang dibuat oleh Departemen Pertanian Australia, bernama Exporter Supply Chain Assurance System (ESCAS), setelah adanya larangan ekspor ternak ke Indonesia di tahun 2011.

"Ternak Australia di Indonesia masih dipotong menggunakan model Mark I yang sudah dilarang, penggunaan tali dalam pemotongan hewan menjadi keprihatinan bagi kita semua di industri peternakan," kata Glenys.

"Jelas sekali ada penerapan sanksi bagi pelanggaran ECAS meliputi pencabutan lisensi, sistem ini tidak akan secara efektif melindungi ternak dari penanganan yang brutal."

Tapi Animals Australia menolak untuk memberikan rekaman tata cara pemotongan tersebut kepada ABC.

Beberapa pengusaha ekspor ternak sudah menyaksikan rekaman tersebut dan satu perusahaan sudah menghentikan sementara pengiriman sapi ke fasilitas yang bermasalah tersebut, kata Dewan Ekspor Ternak Australia (ALEC).

Selanjutnya
Halaman
1 2