Terima Pimpinan MUI, DPR Diberi Masukan soal RUU HIP-Ciptaker

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 19:04 WIB
Pimpinan DPR RI menerima kedatangan MUI. DPR mendapat masukan soal omnibus law RUU Cipta Kerja hingga RUU HIP (Rolando Fransiscus/detikcom)
Foto: Pimpinan DPR RI menerima kedatangan MUI. DPR mendapat masukan soal omnibus law RUU Cipta Kerja hingga RUU HIP (Rolando Fransiscus/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan DPR RI menerima kunjungan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pertemuan tersebut MUI memberi masukan kepada DPR terkait omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) hingga RUU Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Pertemuan berlangsung di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2020). Hadir Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi, serta jajaran MUI dan Baleg DPR RI.

"Hari ini dalam kesempatan berbahagia ini, teman-teman dari MUI, Pak Ketua Umum, Pak Yanuar, dan Pak Wakil Ketua Umum, Pak Muhyidin, dan jajaran MUI, kami terima di DPR berkaitan dengan masukan RUU Cipta Kerja, kemudian juga RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila), dan RUU BPIP," kata Azis.

Azis mengatakan DPR mendapatkan masukan dari rombongan MUI. Selain itu, Azis menyebut seluruh RUU yang dibahas DPR secara transparan dapat diakses di situs resmi DPR.

Pimpinan DPR RI menerima kedatangan MUI. DPR mendapat masukan soal omnibus law RUU Cipta Kerja hingga RUU HIP (Rolando Fransiscus/detikcom)(kiri-kanan) Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (Rolando Fransiscus/detikcom)

"Tadi sudah saya sampaikan seluruh RUU ini ada di website DPR, tinggal diakses di website DPR. Adapun masukan-masukan dari MUI tentu sangat berharga dan kami akan teruskan ke teman-teman yang ada di Baleg dalam pembahasan," ujar Azis.

Masukan dari MUI kepada DPR yakni terkait ketenagakerjaan hingga soal sertifikasi halal. MUI meminta adanya riset dan inovasi yang dikuatkan.

Tonton video 'Pemerintah Ajukan RUU BPIP, Eks Ketua MK: Harusnya RUU HIP Dicabut Dulu':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2