Bertemu Nadiem, PBNU Tegaskan Ikut Organisasi Penggerak Kemdikbud 2021

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:43 WIB
PBNU bertemu dengan Mendikbud Nadiem Makarim (Rahel Narda/detikcom)
Foto: PBNU bertemu dengan Mendikbud Nadiem Makarim (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendatangi kantor Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU). Dalam kunjungan itu, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan NU akan tetap ikut program organisasi penggerak (POP).

"NU menegaskan jika tetap ikut serta di dalam program organisasi penggerak yang akan dilaksanakan Januari 2021 yang akan datang," kata Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakpus, Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut, Yahya mengatakan NU akan terus bekerja sama dengan Kemendikbud dalam bidang pendidikan. Menurutnya NU harus terus terlibat dalam perkembangan dunia pendidikan bangsa ini.

"Dan Rais Am menegaskan kembali, arahan beliau bahwa Nahdatul Ulama harus terus bekerja sama erat dengan Kemendikbud, karena ini masalah yang sangat strategis, menyangkut masa depan anak kita, menyangkut masa depan bangsa, NU harus terus terlibat dan tidak boleh menarik diri dari keterlibatan di dalam dunia pendidikan ini," jelas Yahya.

Yahya juga menjelaskan pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi antara Kemendikbud dan PBNU. Selain itu, Nadiem juga menjelaskan banyak terkait gagas inovasi pendidikan yang sedang dirancangnya.

"Telah bersilaturahmi, mohon dukungan dan doa restu dan membicarakan menerangkan banyak hal kepada Rais Aam tentang gagasan-gagasan inovasi pendidikan yang sedang beliau kerjakan," ujar Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Nadiem mengucapkan terima kasih atas keputusan PBNU yang tetap ikut POP. Dia mengapresiasi PBNU yang tetap memberikan dukungan di POP.

"Saya ingin mengucapkan sekali lagi, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PBNU dan Rais Aam yang telah memberikan dukungannya dan telah memutuskan untuk kembali berpartisipasi di dalam program POP mulai Januari 2021," kata Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem mengungkapkan akan terus melakukan penyempurnaan dalam POP. Dia berharap melalui POP dan seluruh reformasi pendidikan nasional dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.

"Kami akan terus belajar, kami akan terus menyempurnakan programnya, dan dengan dukungan organisasi masyarakat seperti PBNU. Kami harap program POP dan juga seluruh reformasi pendidikan nasional Indonesia bisa lebih sukses dan lebih menyeluruh, dan lebih berkualitas," tuturnya.

Selain itu, Nadiem juga mengatakan banyak membahas persoalan pendidikan di PBNU. Dia pun mengaku mendapat banyak masukkan terkait POP dan inovasi pendidikan ke depannya.

"Kami membahas juga dengan berbagai macam petinggi PBNU, dan alhamdulillah kami berdiskusi menyelaraskan pendidikan di Indonesia seperti apa, kami banyak belajar dari perbincangan itu. Dan mendapatkan banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana kita bisa menyempurnakan, bukan hanya POP tapi berbagai inisiatif kita ke depannya," ucap Nadiem.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Arifin Junaidi menyangkal pernyataan Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf terkait Program Organisasi Penggerak (POP). Arifin menegaskan lembaganya tetap tidak bergabung ke POP hingga program itu direvisi.

"Sampai saat ini, LP Ma'arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komprehensif atas konsep POP Kemendikbud," kata Arifin dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (6/8).

Arifin menjelaskan LP Ma'arif NU adalah lembaga yang dikoordinasikan Pengurus Tanfidziyah NU. Menurutnya, keputusan LP Ma'arif akan mengikuti arahan dari Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.

(gbr/gbr)