Polisi Selidiki Penjual Airsoft Gun ke Pelaku Penembakan di Tangerang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 10:28 WIB
3 Pelaku Penembakan di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Ditahan
Foto: Jehan Nurhakim/detikcom
Jakarta -

EV (27), tersangka penembakan di Tangerang, mengaku membeli airsoft gun dari situs online. Terkait hal itu, Polres Tangerang Selatan akan menyelidiki lebih lanjut jaringan penjual tersebut.

"Nanti kita dalami lagi bagaimana proses pembelian dan kepemilikannya, kemudian dibeli untuk apa juga. Kita selidiki juga penjualnya," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan kepada detikcom, Rabu (12/8/2020).

Terkait kepemilikan airsoft gun tersebut, Iman menyebut tersangka EV tidak memiliki izin. Kepemilikan senjata api dan sejenisnya diatur dalam UU Darurat No 12 Tahun 1951.

"Saat seseorang memiliki (senjata), itu harus ada izin. Tetapi pada saat diperiksa, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkannya," imbuhnya.

Lebih lanjut Iman mengatakan pihaknya akan mendatangkan ahli dari Direktorat Intelkam untuk memastikan jenis senjata yang digunakan oleh para tersangka.

"Jadi airsoft gun dan air gun itu berbeda. Kita akan pastikan dulu ke Intelkam, apakah senjata yang dimiliki tersangka ini airsoft gun atau air gun," tuturnya.

Tersangka EV mengaku telah 2 tahun memiliki senjata yang digunakan untuk penembakan di Tangerang itu. Dia membelinya dari situs online.

"Order... ada order," kata EV.

Seperti diketahui, polisi menangkap tiga orang pelaku penembakan di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Ketiganya adalah dua orang saudara kembar berinisial CHA (19) dan CLA (19) serta saudara sepupunya, EV (27).

Insiden penembakan itu terjadi di tujuh TKP di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Penembakan terjadi selama tiga pekan terakhir sejak Juni 2020.

Dari ketujuh TKP itu, total korban ada delapan orang. Para korban terkena tembakan di badan dan kaki.

Kepada polisi, para tersangka mengaku melakukan penembakan karena ingin membubarkan aksi balapan liar. Faktanya, para korban yang ditembaki bukan pelaku balap liar.

(mea/mea)