Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penembakan di Tangerang

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 04:40 WIB
3 Pelaku penembakan misterius dibawa cek TKP
Polisi mengamankan pelaku penembakan di Tangerang (Foto: dok.Polres Tangsel)
Tangerang -

Komisi III DPR meminta kasus penembakan yang menyebabkan sejumlah korban di Tangerang diusut tuntas. Wakil Ketua Komisi III DPR, Sahroni, meminta polisi untuk melakukan investigasi dan mengetahui motif penembakan tersebut.

"Saya minta kepada Polri untuk lakukan Investigasi lebih dalam untuk mengetahui motif tentang penembakan misterius tersebut," kata Sahroni, kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penembakan misterius menghantui warga Tangerang Raya. Setidaknya ada 7 kejadian penembakan misterius selama 3 pekan terakhir yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang yang berada di bawah wilayah hukum Polres Tangsel.

Berdasarkan data yang dihimpun Polres Tangerang Selatan, penembakan misterius itu terjadi di 3 wilayah Serpong, Tangerang Selatan, 1 kali di Jembatan The Breeze, Cisauk, Kabupaten Tangerang, 2 kali di wilayah Pagedangan, dan 1 kali di wilayah Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.

Dari ketujuh korban rata-rata mengalami luka tembak di bagian badan dan kaki. Salah satu korban adalah seorang mahasiswa yang sedang menaiki motor di Jl Serpong Raya, Tangsel, pada 18 Juli 2020 dini hari. Kondisi korban membaik setelah peluru mimis diangkat dari badan korban.

Kini, misteri rentetan penembakan di 7 TKP di wilayah Tangerang Raya akhirnya terkuak. Tiga orang pelaku yang diduga terkait penembakan misterius itu ditangkap polisi.

"Kita sudah mengamankan pelaku, kita masih melakukan pengembangan," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono kepada wartawan di Polres Tangsel, Jl Promoter, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2020) malam.

Wibi mengatakan ada 3 pelaku yang kini sudah diamankan polisi. Ketiga pelaku adalah CA (19), CA (19), dan EV (27). Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya untuk mengembangkan kasus ini.

(eva/isa)