Kamis, Hadi Pranoto Diperiksa Polisi soal Klaim 'Obat Corona'

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 18:20 WIB
Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Hadi Pranoto (Arif Firmansyah/Antara Foto)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan kepada Hadi Pranoto terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong di media sosial soal klaim 'obat Corona'. Hadi akan diperiksa pada Kamis (13/8).

"Kita rencana pemanggilan untuk HP sendiri. Insyaallah pemanggilan hari Kamis ini kita jadwalkan. Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Yusri mengatakan pemanggilan Hadi Pranoto sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap musisi Anji. Menurutnya, Hadi Pranoto akan diperiksa dengan status sebagai saksi terlapor.

Yusri juga menyebutkan beberapa perkembangan dari kasus dugaan penyebaran berita bohong yang melibatkan Anji dan Hadi Pranoto. Menurut Yusri, beberapa saksi ahli juga telah diperiksa oleh aparat kepolisian guna mendalami materi penyidikan.

"Saksi ahli juga telah dilakukan pemeriksaan. Pertama, saksi ahli sosial-hukum, dalam hal ini ada saksi ahli di bidang IT, dan dari ahli di Menristek kita panggil di sini juga," jelas Yusri.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini pihaknya masih terus mendalami perkara tersebut. Pihaknya juga masih mendalami hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada musisi Anji kemarin.

Seperti diketahui, Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan oleh CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas kasus dugaan penyebaran berita bohong di media sosial. Keduanya dilaporkan setelah video terkait klaim 'obat Corona' dari Hadi Pranoto yang diunggah di channel YouTube Anji mendapat protes dari publik.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal 3 Agustus 2020. Anji dan Hadi Pranoto dianggap telah menyebarkan berita bohong soal klaim 'obat Corona' tersebut.

(mei/mei)