Ada 2 Komponen Sumber Kasus Corona di Jakarta, Ini Penjelasannya

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 16:13 WIB
Warga melintas di depan mural bertemakan Lawan COVID-19 di kawasan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Senin (6/7). Menurut keterangan warga mural tersebut merupakan aksi lomba membuat mural bertemakan COVID-19 dengan tujuan mengkampanyekan untuk selalu menerapkan protkoler kesehatan di era New Normal.
Ilustrasi virus Corona di Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Data terbaru, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus virus Corona (COVID-19) terbesar untuk minggu ini. Namun jumlah kasus di Ibu Kota punya dua kelompok yang berbeda.

"Kalau kita lihat di dalam grafik ini tanggal 10 Agustus, provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah dari DKI Jakarta, yaitu 25.727, Jawa Timur 25.330," ungkap juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Selasa (11/8/2020).

"Perlu kami sampaikan bahwa data dari DKI Jakarta sejumlah 25.727 tersebut sebenarnya terdiri atas dua kelompok komponen," lanjutnya.

Dua komponen yang dimaksud, pertama, adalah 24.884 merupakan warga Jakarta sendiri. Sedangkan sisanya, 839, merupakan pasien Corona di RS Wisma Atlet, yang merupakan fasilitas untuk isolasi terpusat Corona. Banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dengan kondisi positif Corona dirawat di RS Wisma Atlet,

"Ini kontribusinya adalah 3 persen. Jadi, kalau kita lihat, sebenarnya kasus di DKI Jakarta saja sebenarnya sedikit lebih rendah dari kasus di Jawa Timur," tutur Wiku.

Bila pasien dari RS Wisma Atlet tidak dihitung, provinsi dengan kasus Corona terbanyak masih dipegang oleh Jawa Timur. Wiku meminta hal tersebut menjadi perhatian.

"Ini perlu jadi perhatian bersama dalam membaca data karena memang lokasi RS Wisma Atlet ini ada di Jakarta dan kasus-kasus yang ditangani adalah dari pekerja migran internasional," ucapnya.

Berikut data terbaru 5 provinsi tertinggi kasus Corona di Indonesia:

1. DKI Jakarta: 25.727
2. Jawa Timur: 25.330
3. Jawa Tengah: 10.611
4. Sulawesi Selatan: 10.454
5. Jawa Barat: 7.566

(elz/fjp)