14 Siswa dan 8 di Kalbar Positif COVID-19, Tertular dari Transmisi Lokal

Adi Saputro - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 12:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson.
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson. (Adi Saputro-detikcom))
Pontianak -

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menunda pembelajaran sekolah tatap muka. Keputusan ini diambil setelah adanya tambahan kasus baru terkonfirmasi kasus COVID-19 dari guru dan siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan tambahan kasus baru hari ini ada enam kasus dari hasil pemeriksaan rapid dan swab serta uji di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.

"Seperti kita ketahui, untuk persiapan sekolah tatap muka, Dinas Kesehatan Provinsi dibantu Dinas Kesehatan kota/Kabupaten melakukan uji swab dan rapid test terhadap guru dan siswa di seluruh Kalbar, dan guru dan murid yang diperiksa adalah guru dan murid yang sekolahnya berada di ibukota kabupaten/kota di Kalbar," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Senin (10/8/2020).

Harisson mengatakan ada 604 sampel dari guru dan petugas lainnya yang diperiksa. Sampel diuji di Laboratorium RS Universitas Tanjungpura. Hasilnya, 8 orang guru dan seorang tenaga pendamping laboratorium di sekolah positif COVID-19.

"Jika dipersentase, 604 orang guru yang diperiksa ini ada 9 orang yang positif, itu sekitar 1,5 persen. Sedangkan untuk siswa yang telah diperiksa sampel oleh laboratorium RS Universitas Tanjungpura 495 sampel murid, dimana 14 orang diantaranya positif COVID19, ini berarti sekitar 2,8 persen," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2