Rangkul Oposisi ala Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 11:20 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi / Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres
Jakarta -

Penghargaan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon dinilai merupakan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkul pengkritik. Menilik ke belakang, sebenarnya Jokowi memiliki rekam jejak dalam merangkul oposisi yang tadinya berseberangan dengannya.

Duo Fahri dan Fadli memang dikenal getol melempar kritik ke pemerintahan Jokowi sejak mereka menjabat sebagai Wakil Ketua DPR 2014-2019. Kini, keduanya akan diganjar Bintang Mahaputera Naraya. Pemberian penghargaan dan sorotan khusus untuk Fahri-Fadli ini dianggap sebagai upaya pemerintah merangkul sekaligus menjinakkan para pengkritik pemerintah.

"Yang saya baca gitu, iya ingin kompromi-kompromi aja, mungkin ingin politik tidak gaduh, ingin kondusif, ingin semua dirangkul oleh pemerintah gitu loh, saya liatnya ke situ," kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Rapat kordinasis tersebut dipimpin oleh  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang didampingi Fadli ZonFahri Hamzah dan Fadli Zon (foto sebelum pandemi Corona) / Foto: Lamhot Aritonang

Selama ini, Jokowi memang berpengalaman mengajak pihak-pihak yang tadinya oposisi lalu masuk ke kubunya. Hal itu bisa terlihat dalam Kabinet Kerja hingga Kabinet Indonesia Maju. Ada sosok yang tadinya di luar pemerintahan lalu akhirnya bergabung menjadi tangan kanan.

Berikut jejak Jokowi merangkul oposisi:

Golkar-PAN Gabung Kabinet Kerja

Saat periode pertama Jokowi sebagai presiden, Golkar dan PAN awalnya berada di luar pemerintahan karena mereka mengusung Prabowo Subianto yang kemudian kalah. Belakangan, kedua parpol yang tadinya oposisi itu justru jadi koalisi.

Jokowi merangkul Golkar dan PAN masuk ke kabinet lewat reshuffle pada Juli 2016. Kala itu, kursi Menteri Perindustrian diberikan ke Airlangga Hartarto dari Golkar sementara PAN mendapat kursi Menpan RB yang diduduki Asman Abnur.

Belakangan, kursi Golkar bertambah lewat posisi Mensos. Sementara itu, Asman Abnur mundur di momen Pilpres 2019 saat PAN akhirnya kembali jadi oposisi dan melawan Jokowi di Pilpres.

Jokowi Gandeng Prabowo Jadi Menteri

Wujud paling nyata dari cara Jokowi merangkul oposisi adalah saat dia menunjuk Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Seperti diketahui, Prabowo merupakan rival Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Jokowi dan Prabowo (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)Jokowi dan Prabowo (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Jokowi dan Prabowo (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tak hanya itu, Prabowo juga diberi kepercayaan khusus untuk menggarap food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Jokowi beralasan pertahanan bukan hanya urusan alutsista melainkan juga ketahanan di bidang pangan.

Gerindra bukan cuma mendapat satu kursi di Kabinet Indonesia Maju. Jokowi juga memberikan kursi Menteri KKP kepada Edhy Prabowo.

Tonton video 'Fadli Zon-Fahri Hamzah Akan Dapat Bintang Penghargaan dari Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/fjp)