Kuartal III, Kemensos Luncurkan 2 Program Bansos Sasar 19 Juta KPM

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 10:27 WIB
Mensos Juliari P. Batubara
Foto: dok Kemensos
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan sosial beras dan bantuan sosial uang tunai yang menyasar 19 juta keluarga penerima manfaat untuk mengurangi beban masyarakat terdampak pandemi COVID-19 memasuki kuartal III tahun 2020.

Menyambut harapan Presiden Joko Widodo, Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan bantuan sosial beras diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat dan bantuan sosial uang tunai diharapkan bisa meningkatkan daya beli dan menjadi daya ungkit efektif terhadap roda perekonomian, khususnya kuartal ketiga 2020.

"Seperti arahan Presiden, agar kementerian mendorong program yang memiliki daya ungkit perekonomian. Untuk Bansos Beras bisa membantu mengurangi sebagian beban ekonomi masyarakat. Dan Bansos Uang Tunai diharapkan mendorong belanja masyarakat, yang berarti ikut menggerakkan perekonomian," ujar Juliari dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

Juliari mengatakan bantuan sosial beras akan disalurkan untuk total sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan bantuan sosial uang tunai disalurkan untuk 9 juta peserta program sembako (BPNT) yang tidak menerima PKH dengan uang tunai senilai Rp 500 ribu/KPM dalam sekali salur.

"Untuk Bansos Beras didistribusikan seberat 15 kg beras/bulan/KPM selama tiga bulan. Kemudian untuk Bansos Uang Tunai sekali salur senilai Rp500 ribu/KPM," katanya.

Bantuan sosial uang tunai akan disalurkan melalui Himbara, khususnya bagi KPM yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Penyaluran juga dilakukan melalui Kantor Pos selain secara langsung. Sedangkan untuk penyaluran bantuan sosial beras akan dilakukan oleh Perum Bulog.

"Anggaran yang disiapkan untuk Bansos Beras kepada 10 juta KPM sebesar Rp 5,41 triliun. Sementara anggaran untuk 9 juta penerima Bansos Uang Tunai adalah sebesar Rp 4,5 triliun," Juliari menjelaskan.

Kemensos juga terus mendorong realisasi anggaran. Juliari mengatakan kinerja anggaran yang baik salah satu indikatornya adalah serapan atau realisasi yang tinggi dan dalam perkembangan Kemensos mencapai realisasi anggaran tertinggi di antara kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar.

Pagu Anggaran Kemensos pada TA 2020 sebesar Rp 62,77 triliun. Guna mendukung penugasan di bidang program perlindungan sosial, Kemensos mendapat tambahan sehingga anggarannya menjadi Rp 104,4 triliun dan bertambah lagi menjadi Rp 124,76 triliun, dan saat ini sebesar Rp 134,008 triliun.

Dengan anggaran itu, Kemensos bisa mengelola anggaran dengan baik. Berdasarkan realisasi anggaran pada 5 Kementerian Pagu Besar tanggal 10 Agustus 2020, Kemensos berada di peringkat pertama dengan realisasi 55,74%. Sementara 5 Kementerian Pagu Besar tercatat rata-rata realisasinya 46,32%.

"Kami memperhatikan dengan sungguh-sungguh arahan bapak Presiden Joko Widodo kepada para menteri agar meningkatkan realisasi anggaran. Dengan demikian diharapkan dapat membantu menopang daya beli masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian," katanya.

(ega/ega)