PKS: Seharusnya Toa Peringatan Banjir Tak Lagi Ditawarkan ke Anies

M Ilman Nafian - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 22:12 WIB
Disaster Warning System (peringatan dini bencana) milik Pemprov DKI (Dok. BPBD DKI)
Disaster Warning System milik Pemprov DKI (Dok. BPBD DKI)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Abdul Aziz ikut menanggapi terkait penghentian pengadaan Toa peringatan dini banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI seharusnya dapat memberikan usulan yang kreatif mengenai program kerja, khususnya untuk penanggulangan banjir.

Aziz mengaku memaklumi awal mula pengadaan Toa dilakukan karena saat itu sudah terjadi banjir dan masyarakat perlu mendapat informasi mengenai peringatan dini. Namun, saat ini banjir di Jakarta belum terjadi dan Pemprov DKI harus bisa berpikir kreatif.

"Karena waktu itu sudah terjadi banjir mungkin ada SKPD-SKPD yang menerjemahkan kalau ini karena banjir sudah terjadi dan nggak akan sempat sebuah early warning system, jadi Toa itu menjadi alternatif. Sedangkan sekarang ini kan banjir belum terjadi dan kita punya waktu membuat early warning system, seharusnya jangan Toa lagi yang ditawarkan ke gubernur. Pantas aja kalau gubernur agak-agak marah gitu, harusnya berpikir lebih kreatif," ujar Aziz saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Menurut Aziz, Pemprov DKI seharusnya membuat program yang realistis. Jadi, semua program yang ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Saya kira, usulan ke gubernur ini yang realistis lah dari SKPD, gubernur ini kan juga saya yakin waktu nggak banyak untuk me-review begitu, kasih lah usulan-usulan yang realistis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang layak, efisien dan efektif," ucapnya.

Lebih lanjut, Aziz menyarankan seharusnya Pemprov DKI menggunakan teknologi terkini. Peringatan dini terkait banjir bisa menggunakan SMS ataupun WhatsApp.

"Saya kira saran saya sih kita harus punya alat yang punya teknologi lah. Kalau selama ini kan terlalu konvensional menyerukan banjir, kalau Kita kan sekarang punya HP berbasis Android, iOS itu kan sudah canggih sebenarnya, bisa memberitahukan lewat SMS, WhatsApp di HP masing-masing orang yang di daerah itu saya kira bisa diprofil orang yang tinggal di daerah banjir nanti ketika ada warning di Katulampa bahwa ketinggian sekian, ini bisa di-update, nggak perlu lagi Toa," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2