Hakteknas 2020, Kemendes-Kemenristek Siap Kembangkan Desa Berinovasi

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 21:45 WIB
Kemendes
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menandatangani Nota Kesepahaman peluncuran program `Desa Berinovasi`. Penandatanganan dilakukan bertepatan dengan puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan bersyukur dengan adanya kerja sama ini karena sebanyak 74.953 desa di Indonesia memang masih membutuhkan sentuhan dan perhatian dari sejumlah pihak.

"Dari 74.953 desa di Indonesia, sekitar 30 persen masih kurang sentuhan inovasi," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Ia mengatakan dalam catatannya, masih ada sekitar 3.000 desa yang belum tersentuh oleh listrik dan sekitar 11 ribu desa yang belum ada jaringan internet. "Desa-desa ini membutuhkan bantuan dari sejumlah pihak agar bisa berkembang dan maju," ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Abdul Halim mengatakan dengan sentuhan teknologi dari Kemenristek/BRIN, inovasi Teknologi Tepat Guna Desa berupa pembangkit listrik 'Pycohydro' skalanya akan dinaikkan menjadi 'Microhydro' dan bakal memberi penerangan bagi desa yang belum tersentuh listrik.

Sementara itu, Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin yang hadir secara virtual mengatakan proses hilirisasi inovasi memang tidak mudah dan perlu melewati sejumlah tahapan sebelum bisa dipasarkan, seperti sertifikasi, uji klinis, hingga izin edar. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama pentahelix antara inovasi, akademisi, investor/industri, dan pemerintah untuk mengawal hilirisasi inovasi tersebut.

"Semoga peringatan Hakteknas 2020 ini dapat menjadi motivasi bagi inovator lainnya dan semakin banyak produk baru. Bagi para peneliti dan inovator yang belum berhasil, jangan berhenti berusaha. Suatu hari nanti akan menemukan inovasi baru dan bermanfaat," ujar dia.

Ia juga mengapresiasi kinerja Konsorsium Riset COVID-19. Hingga saat ini, konsorsium di bawah Kemenristek/BRIN itu sudah menelurkan 57 produk inovasi COVID-19.

Sebagai informasi, Desa Berinovasi merupakan program yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi dan menemukan peluang bisnis melalui penerapan teknologi untuk pengembangan produk unggulan serta membangun keterampilan dan kompetensi masyarakat.

Pengembangan teknologi tepat guna dilakukan melalui 11 bidang usaha, yakni pariwisata, hasil perkebunan, hasil pertanian, budidaya non pangan, pengolahan hasil perikanan, budidaya pangan, pengolahan hasil peternakan, pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, dan pengolahan sampah.

Dalam program Desa Berinovasi, Kemendes PDTT berperan sebagai leading sector untuk mengembangkan potensi desa secara ekonomi dan akan fokus pada pemberdayaan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

(akn/ega)