Buruh Bangunan di Samarinda Tewas Tertimpa Tembok Bangunan

Suriyatman - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 21:43 WIB
Buruh di Samarinda tewas tertimpa tembok bangunan.
Buruh di Samarinda tewas tertimpa tembok bangunan. (Foto: Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Seorang buruh bangunan bernama Mustofa tewas tertimpa tembok bangunan yang sedang digarapnya. Saat kejadian korban diketahui sedang membongkar dan mencabut pagu di bagian tengah bangunan.

"Di atas ada dua orang di bawah juga dua orang, saat itu korban bersama satu rekannya membongkar dan mencabut pagu di bagian tengah bangunan. Sementara dua lainnya membongkar bagesting yang berada di depan rumah, namun tidak lama berselang ada suara gemuruh, dua rekan korban yang berada di bagian depan berhasil menjauh," kata tetangga korban, Miftahul Huda, kepada wartawan, di lokasi kejadian, Senin (10/8/2020).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Irigasi RT 14, Kelurahan Rawa Wakmur, Kecamatan Palaran, Samarinda. Kejadian itu sekitar pukul 15.00 Wita.

Sebelum bangunan roboh, Kosim dan Mustofa sedang membongkar di bagian tengah bangunan. Saat bangunan tiba-tiba roboh, keduanya tidak bisa menghindar dari material bangunan yang runtuh.

Kosim sempat melompat menjauh dari dinding bangunan, namun beberapa material bangunan juga sempat mengenai tubuhnya. Sementara Mustofa langsung tertimpa dinding bangunan.

"Meski selamat namun Pak Kosim rekan korban juga harus dibawa ke rumah sakit karena harus menjalani perawatan, dia juga tertimpa namun tidak parah," kata Miftahul.

Kanit Inavis Polresta Samarinda Ipda Yitno Hadi mengatakan berdasarkan olah TKP dugaan sementara runtuhnya tembok karena konstruksi bangunan tidak seimbang antara bahan yang digunakan dengan kekuatan bata. Korban merupakan kakak dari pemilik rumah yang dibangun.

Saat itu korban bersama empat rekannya mengerjakan rumah tersebut namun sekitar pukul 15.00 wita bangunan itu roboh.

"Korban sementara dua orang, satu meninggal dunia dan satu luka dibawa ke rumah sakit, dugaan awal konstruksi bangunan namun hal ini masih akan dilihat selanjutnya," kata Hadi.

Sementara itu untuk pengembangan penyelidikan runtuhnya bangunan itu pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di rumah ukuran 10x15 meter itu.

(idn/idn)