Operasi Darat-Udara Disiapkan agar Protokol Kesehatan Dilakukan All-out

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 20:39 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Puspen Kemendagri)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan dilakukan secara maksimal di setiap daerah. Tito mengatakan permintaan itu merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Tito saat menggelar rapat Koordinasi Pencapaian Target Realisasi APBD 2020 dan Sosialisasi Penggunaan Masker, Cuci Tangan, serta Jaga Jarak untuk Perubahan Perilaku Baru Masa Pandemi COVID-19, yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (10/8/2020). Hadir dalam rapat, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo dan Ketua Umum Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Tri Tito Karnavian.

"Bapak Presiden berpendapat bahwa pelaksanaannya belum maksimal, kita masih banyak menemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker, kemudian cuci tangan juga masih kurang maksimal, jaga jarak juga masih ditemukan, kerumunan-kerumunan sosial, sehingga mengakibatkan tingkat penularan masih terus terjadi. Beliau menghendaki agar (sosialisasi) protokol kesehatan betul-betul dilakukan dengan all-out," kata Tito.

Tito menuturkan Indonesia merupakan negara demokrasi di mana kekuasaan pemerintahan terbagi dua antara pusat dan daerah. Menurut Tito, apabila tidak ada dukungan dari setiap daerah, pemerintah pusat akan kesulitan.

"Kita tahu kita negara demokrasi dan ada desentralisasi di mana kekuasaan pemerintahan terbagi menjadi pusat dan daerah. Mesin pusat saja bergerak tanpa didukung daerah akan sulit untuk menggas pol," tuturnya.

Mantan Kapolri ini mengaku tidak mudah menyatukan kebijakan setiap daerah agar menjadi searah. Untuk itu, dia meminta agar semuanya dapat melangkah dan bersinergi agar jadi satu tujuan.

"Kemudian di daerah ada daerah tingkat I tingkat II yang kita tahu tidak mudah mensinergikan kebijakan-kebijakan pada satu arah yang sama. Untuk itu perlu ada sinergi dan kekompakan langkah," ujarnya

Tito menyampaikan dirinya juga sudah membahas kelanjutan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 mengenai Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan COVID-19 dengan Menko Polhukam Mahfud Md. Dalam pembahasan tersebut, Tito menyampaikan ada istilah 'operasi darat' dan 'operasi udara'.

"Perlu ada sinergi dan kekompakan langkah pusat dan daerah, mesin pusat all-out itu baru 50 persen, maka mesin daerah juga 548 daerah perlu juga all-out. Kita bergerak dengan struktur formal maupun juga struktur informal di antaranya adalah tim penggerak PKK yang diminta Bapak Presiden terlibat dalam rangka sosialisasi ini kemudian juga relawan-relawan media dan lain-lain yang tadi malam kita bahas juga dengan Bapak Menko Polhukan dengan istilah operasi darat dan operasi udara," imbuhnya.

(jbr/jbr)