Polisi Tangkap Perampok Minimarket Berpistol di Parung Bogor, 1 Masih DPO

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 16:08 WIB
Perampok minimarket di Parung, Bogor berhasil ditangkap.
Perampok minimarket di Parung, Bogor, ditangkap. (Foto: dok. Istimewa)
Bogor -

Satu dari dua pelaku komplotan perampok minimarket di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditangkap. Satu pelaku lainnya masih diburu.

"Satu orang pelaku berinisial R (25) berhasil kami bekuk di tempat tinggalnya. Nah, satu (pelaku lainnya) DPO. Ya, satu (pelaku lainnya) masih kita kejar, ya," kata Kapolsek Parung Kompol Fuji Astono saat dimintai konfirmasi, Senin (10/8/2020).

Dalam melakukan aksinya, komplotan ini mengancam menggunakan senjata api. Pelaku berhasil menggasak uang Rp 50 juta dari minimarket di Parung.

Fuji menjelaskan satu pelaku yang berstatus DPO ini berhasil kabur saat akan ditangkap. Sementara itu, R tidak melawan saat ditangkap di rumahnya di kawasan Desa Cogreg, Parung.

"Masih kita kembangkan dulu. Jadi begini, masih dikembangkan karena mungkin masih ada TKP-TKP (perampokan yang dilakukan pelaku) di luar wilayah Parung dan Ciseeng, kan gitu," lanjutnya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 1 bilah golok, 1 dompet, dan ratusan kartu e-money. Tersangka R dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

Sementara itu, senjata api yang digunakan dalam perampokan masih menunggu keterangan pelaku, termasuk jika DPO sudah ditangkap.

"(Ratusan e-money itu) ya punya minimarket, barang bukti itu, barang bukti kejahatan," lanjut Fuji.

Sebelumnya, aksi perampokan yang terjadi di sebuah minimarket di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Kawanan pelaku mempersenjatai diri dengan senjata api.

Kapolsek Parung Kompol Fuji Astono membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan perampokan ini terjadi di Desa Cogreg, Parung, pada Minggu (10/5), sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang mengenakan masker dan membawa senjata api. Soal senjata api, Puji belum bisa memastikan apakah itu senjata betulan atau cuma mainan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dari kejadian ini, minimarket mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Sekitar Rp 50 juta," kata Fuji ketika dihubungi, Senin (11/5).

(idn/idn)