17 Kasus Kecelakaan Melibatkan Pelajar Terjadi di Depok Selama 2020

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 14:37 WIB
Seratusan Pemudik yang Balik Depok Diputar Balik ke Arah Bogor
Kasat Lantas Depok Kompol Erwin Aras Genda (Mei Amelia/detikcom)
Depok -

Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Depok masih memprihatinkan. Satuan Lalu Lintas Wilayah Depok mencatat setidaknya ada 17 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar selama periode Januari hingga Juli 2020.

"Untuk total kecelakaan yang melibatkan pelajar pada 2020 ada 17 kasus, tertinggi pada Februari 2020 sebanyak 4 kasus," kata Kasat Lantas Wilayah Depok Kompol Erwin Aras Genda dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Dari 17 kasus itu, perinciannya adalah 3 kasus pada Januari, 4 kasus pada Februari, Maret dan April nihil, Mei 2 kasus, Juni 2 kasus, serta Juli 3 kasus. Tidak ada laporan pelajar meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, hanya luka berat dan luka ringan.

Untuk meminimalkan hal ini, Satlantas Depok terus menggencarkan upaya sosialisasi ke sekolah-sekolah. Salah satunya program road safety partnership action (RSPA) 2020. Satlantas Polres Depok mendatangkan polisi ke sekolah sebagai instruktur upacara.

"Kemudian kami juga berupaya meningkatkan zona aman sekolah (ZoSS) dan polisi cilik untuk menumbuhkan pengetahuan akan tertib berlalu lintas sejak dini kepada anak-anak sekolah," tuturnya.

Sementara itu, Kadishub Kota Depok Dadang Wihana mengajak peran serta para pelajar untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Salah satunya dengan membentuk tim keselamatan di sekolah untuk mengatur para siswa saat naik dan turun dari angkutan umum.

"Sama dengan adik-adik di sekolah, misal perlu pengaturan ketika keluar sekolah, kalau pagi-siang kan penuh angkot, kalau ada SIS yang inisiatif, kalau mau dibentuk, bisa lebih bagus lagi, bisa atur teman-teman di sana untuk diatur naik dan turun angkot di sana," kata Dadang dalam diskusi virtual 'Road Safety Partnership Action 2002' yang dihadiri oleh pelajar SMP dan SMA se-Kota Depok.

Selain itu, dalam upaya program keselamatan berlalu lintas, Dishub Depok dan Satlantas Depok membentuk tim gabungan 'Tim Cenderawasih'. Tim yang terdiri atas Polwan Lantas Depok dan Tim Geulis (Gerakan Lalu Lintas Selamat) Dishub Depok akan diterjunkan setiap pagi hari dan sore hari untuk mengurai kemacetan.

"Ada tim Geulis gabung dengan tim Ucet (Urai Macet), ini gabung dengan tim Polwan Lantas dalam gerakan lalu lintas," imbuh Dadang.

(mei/mei)