Ke Bareskrim, MAKI Serahkan Daftar 4 Saksi Terkait Kasus Djoko Tjandra

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 13:38 WIB
Boyamin Saiman, MAKI
Boyamin Saiman (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyambangi Bareskrim Polri. MAKI datang guna menyerahkan daftar empat saksi terkait kasus surat jalan terpidana kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

"Kami menyampaikan saksi yang terkait dengan BJP Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking, yang saat ini tahap penyidikan di Bareskrim Polri terkait sengkarut Djoko Tjandra," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).

Boyamin menyerahkan daftar saksi terkait tersangka Brigjen Prasetijo Utomo dan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Ada empat nama saksi yang diserahkan MAKI. Tiga dari pihak swasta dan satu dari aparat penegak hukum, yakni Tommy Sumardi, Viady S, Rahmat S, dan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Dalam laporan MAKI, Tommy S diduga meminta Prasetijo Utomo diperkenalkan dengan pejabat Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri yang membawahi NCB Interpol Indonesia. Setelah itu, diketahui NCB Interpol Indonesia kemudian memberi tahu Imigrasi Indonesia terkait red notice Djoko Tjandra telah terhapus.

Saksi kedua adalah Viady S, yang merupakan rekan bisnis Djoko Tjandra, yang diduga terkait ikut terbangnya Brigjen Prasetijo dengan pesawat carter PK-TWX ke Jakarta atau Pontianak, yang diduga bertemu dengan Djoko Tjandra.

Saksi ketiga dan keempat, Rahmat S dan Pinangki Sirna Malasari, diduga mengajak Anita Kolopaking menjadi pengacara Djoko Tjandra.

Boyamin menyebut Rahmat S dan Pinangki diduga terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, sebanyak dua kali untuk bertemu dengan Djoko Tjandra.

"Dugaan keterkaitan dengan tersangka Anita Kolopaking adalah diduga Rahmat S, yang mengajak Anita Kolopaking untuk menjadi lawyer Joko S Tjandra," ujar Boyamin.

"Yang pertama tanggal 12 November 2019 terbang bersama Pinangki Sirna Malasari, terbang kedua tanggal 25 November 2019 bersama Pinangki dan Anita," tambahnya.

Boyamin menegaskan MAKI sampai saat ini belum atau tidak mempunyai data atau fakta dugaan aliran dana dari para saksi tersebut terkait sengkarut Djoko Tjandra. Penyerahan daftar saksi ke Bareskrim ini bertujuan agar perkara Djoko Tjandra segera selesai.

"Saya menyerahkan berdasarkan pengetahuan dan pendalaman saya selama ini. Empat orang ini layak menjadi saksi, saya serahkan. Ini dalam rangka membantu Bareskrim untuk mempercepat perkara ini," kata Boyamin.

Sebagaimana diketahui, setelah jadi buron selama 11 tahun, Djoko Tjandra ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7).

Sedangkan Brigjen Prasetijo Utomo, terbukti dalam penyelidikan, turut andil memuluskan jalan Djoko Tjandra bepergian dengan menerbitkan surat jalan dengan rute Jakarta-Pontianak, bahkan jenderal bintang satu ini menemani Djoko Tjandra melakukan perjalanan.

(elz/ear)