Gubernur Perpanjang Sekolah Daring di Makassar, Zona Hijau Bisa Tatap Muka

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 12:51 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Foto: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah memperpanjang masa belajar dari rumah atau sekolah daring untuk siswa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Kebijakan itu dikhususkan untuk Kota Makassar, tapi kabupaten/kota di Sulsel yang masuk zona hijau sudah bisa melakukan sekolah tatap muka.

Nurdin meneken Surat Edaran nomor: 443.2/4970/Disdik tentang perpanjangan masa belajar di rumah pada perguruan tinggi, satuan pendidikan SMA/SMK/MA, SMP/Mts Sederajat, SD/MI, dan SLB Negeri dan Swasta se Sulawesi Selatan tersebut pada Jumat (7/8) lalu.

Poin kesatu surat itu menyampaikan, perpanjangan masa kuliah/belajar di rumah dan juga tidak diperbolehkan berada di lingkungan kampus dan sekolah termasuk di dalamnya asrama bagi yang berstatus boarding school dari tanggal 10 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2020.

Dimintai konfirmasi terkait surat edaran tersebut, Nurdin menegaskan jika perpanjangan sekolah daring sebagaimana yang dimaksud dalam surat dikhususkan untuk Kota Makassar yang masih berada dalam zona merah pandemi COVID-19.

"Khusus Makassar saya kira belum bisa, Makassar belum bisa. Karena pengendalian memang sudah kita lakukan tetapi ini kan kita tidak bisa memastikan," kata Nurdin kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Lebih lanjut Nurdin meminta bupati/wali kota yang dearahnya sudah masuk zona hijau untuk langsung berinovasi melakukan sekolah tatap muka. Dia menegaskan, sebelum memberlakukan sekolah tatap muka, kepala daerah harus memastikan betul bahwa daerahnya sudah aman bagi peserta didik.

"Protokol COVID-19 itu memang harus ketat betul," ujarnya.

Kabupaten/kota yang mengklaim daerahnya sudah masuk zona hijau harus melapor ke Satgas Penanganan COVID-19 Sulsel jika hendak memberlakukan sekolah tatap muka.

"Pokoknya harus sinergi (ke Pemprov), yakinkan bagaimana protokol kesehatan dilakukan, kesiapan di sekolah-sekolah. Dan yang paling penting itu kepala sekolahnya, dia harus pastikan sekolahnya itu memenuhi standar protokol kesehatan," tegasnya.

Nurdin juga menekankan, sekolah tatap muka di daerah zona hijau di Sulsel dimulai secara bertahap, atau dari sekolah yang menyatakan sudah siap menjalankan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Tidak dimulai secara serentak, tetapi bertahap supaya pengendaliannya bisa dilakukan dengan mudah. Misalnya sekolah ini yang paling siap, kita mulai dari situ dulu. Terus jangan lupa jaga jarak, jadi mungkin memang tidak bisa langsung semuanya, tapi diatur waktunya," imbuhnya.

(nvl/idh)