Ancaman Resesi Indonesia Dinilai Bisa Diatasi dengan Perkuat BUMDes

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 09:11 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid yakin ancaman resesi dan pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen yang menimpa Indonesia bisa diatasi dan dikendalikan bila perekonomian pedesaan seperti BUMDes diperkuat. Menurutnya, desa yang subur menyimpan potensi sumber daya alam dan tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Saya yakin sebab di desa banyak potensi besar yang belum dimaksimalkan," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam keterangannya, Senin (10/8/2020).

Ia mendorong potensi yang ada di desa dan pesisir dikelola secara profesional. Bila potensi pedesaan seperti itu lebih disentuh dan diperhatikan oleh maka desa akan menjadi pusat perekonomian masa depan. Demikian juga dengan daerah pesisir yang kaya dengan sumber daya kelautan.

"Dirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan adanya Bumdes, ada nilai tambah di sana. Juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat," ucap pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik Jawa Timur itu.

Ia menceritakan saat melakukan kunjungan ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, di sana banyak BUMDes yang mengelola kopi olahan perkebunan rakyat. BUMDes yang ada mampu mengelola kopi yang dipetik dari perkebunan hingga dipasarkan di warung BUMDes di lokasi tempat wisata.

"Nah seperti itulah yang perlu dicontoh dan ditiru oleh desa-desa yang lain," ungkapnya.

Diakui BUMDes-BUMDes yang ada masih kekurangan peralatan dan sumber daya manusia. Untuk itu dirinya menegaskan, di sinilah peran pemerintah untuk memberdayakan. "Kementerian terkait harus bersama dengan pemerintah daerah membantu dan mendorong agar mereka lebih profesional dalam mengelola dan menggerakan potensi desa," jelasnya.

Pemerintah, kata dia, harus melatih bagaimana BUMDes mampu mengemas produk dan membuka jaringan distribusi perdagangan. Selain sering diikutkan dalam pameran produk unggulan, juga dilatih bagaimana menjual produk lewat online.

Teknologi informasi sekarang sudah masuk ke pelosok-pelosok pedesaan. Media sosial seperti facebook, youtube, twitter, instagram, dan lain sebagainya, menurut Jazilul Fawaid juga sudah diakrabi oleh semua orang, termasuk orang desa. "Nah lewat media sosial seperti itu, produk desa bisa dipasarkan," jelasnya.

"Kopi dari Ende dan Bajawa, Flores, cepat diketahui masyarakat di mana saja bila sudah terunggah di media sosial. Kopi dari Flores disebut memiliki rasa yang khas. Tinggal bagaimana Bumdes yang dibina oleh pemerintah memanfaatkan peluang itu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan memberdayakan perekonomian pedesaan lewat BUMDes tidak banyak mengalami kendala sebab masyarakat pedesaan kental dengan sikap gotong royong dan keterbukaan. Masyarakat pedesaan mudah menyerap nilai-nilai baru yang dirasa bisa memberdayakan potensi diri dan desa. Dalam bekerja pun mereka menerapkan nilai-nilai kegotongroyongan.

"Nilai-nilai gotong royong yang ada di desa ini perlu untuk terus dirawat, dilestarikan, dan dikembangkan. Sikap gotong royong dan keterbukaan serta potensi yang melimpah yang membuat saya yakin masa depan perekonomian ada di desa," pungkasnya.

(ega/ega)