Ganjil-Genap di Seluruh Jalan DKI Dikritik, Pemprov: Semua Opsi Masih Dikaji

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 09:11 WIB
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo
Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mewacanakan penerapan ganjil-genap (gage) di semua ruas jalan di Jakarta selama 24 jam untuk membatasi pergerakan warga di masa PSBB transisi. Wacana tersebut mendapat banyak kritik lantaran opsi itu dinilai tak efektif batasi pergerakan warga.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sudah mengkaji penerapan ganjil-genap dalam masa sosialisasi pada minggu pertama. Menurutnya, selama tahap sosialisasi itu angka pengguna transportasi umum masih fluktuatif.

"Dari kajian kami memang seminggu kemarin datanya masih fluktuatif, untuk angkutan umum pada hari Senin ada peningkatan rata-rata 6 persen. Kemudian hari berikutnya turun menjadi sekitar 1 sampai 2 persen," kata Syafrin kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan, selama masa sosialisasi tersebut, dia belum bisa mengevaluasi secara komprehensif aturan ganjil-genap itu. Penerapan ganjil-genap baru betul-betul akan dievaluasi ketika penegakan hukum sudah diberlakukan.

"Nanti setelah masuk penegakan hukum, baru di sana kita akan lihat kondisi real apakah terjadi kepadatan di angkutan umum, apakah terjadi penurunan di sisi kinerja lalu lintas, bagaimana dengan angka positif kasus COVID dan seterusnya kita lakukan kajiannya," ucap Syafrin.

Tonton video 'Kadishub DKI soal Ganjil-Genap: Volume Lalu Lintas Turun 4 Persen':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2