Round-Up

Duduk Perkara Geger Calon Taruni Akpol 'Digagalkan Tes Corona'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 22:27 WIB
Akpol Semarang, Senin (22/5/2017)
Foto: Ilustrasi akpol. (Angling Adhitya Purbaya-detikcom)
Jakarta -

Curahan hati seorang perempuan yang gagal lolos tes Akademi Polisi (Akpol) di tingkat pusat karena disebut positif Corona (COVID-19) viral di media sosial. Pihak Polri menjelaskan duduk perkaranya.

Awalnya, isu ini viral setelah dibuat utas (thread) oleh akun Twitter, @siap_abangjagoo. Pemilik akun tersebut bercerita dirinya gagal tes seleksi masuk Akpol di tingkat pusat.

"Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, udah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat," demikian cuit @siap_abangjagoo seperti dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020).

Dia bercerita mempersiapkan diri untuk mengikuti tes di tingkat pusat, termasuk melakukan rapid test Corona. Dalam utas yang dibuatnya, dia menampilkan rapid test yang dilakukannya menunjukkan hasil negatif COVID-19.

Dalam foto hasil rapid test, terlihat rumah sakit tersebut memiliki kode area telepon 0778, yang merupakan kode telepon untuk daerah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Pada cuitan selanjutnya, dia mengunggah sebuah video saat pihak kepolisian datang ke rumahnya menyampaikan bahwa dia positif COVID-19, sehingga tak bisa ikut seleksi. Dia pun gugur di seleksi Akpol di tingkat pusat.

"Terus, sorenya dtg orang dari Polda ke rumahku. Ngasi kabar kalau aku dinyatakan positif covid, tp ngga ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid. Yaudah, intinya gabisa berangkat aja gitu alias gugur," cuitnya.

Tak terima dengan vonis tersebut, dia lalu melakukan swab test mandiri. Berdasarkan hasil swab test di klinik, dia dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, dia menjalani rontgen paru-paru dan melakukan rapid metode Eclia.

@siap_abangjagoo menampilkan hasil rontgen dan rapid Eclia. Akun @siap_abangjagoo menyatakan dia bukan satu-satunya yang gugur seleksi Akpol ke tingkat pusat setelah 'divonis' positif Corona.

Kegemparan kasus ini menyedot perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang berharap permasalahan ini harus ditindaklanjuti secara serius agar adanya COVID-19 tidak menjadi alasan untuk menzalimi seseorang.

Sementara itu, jajaran Polri angkat suara membeberkan permasalahan itu. Berikut Duduk Perkara Geger Calon Taruni Akpol 'Digagalkan Tes Corona':

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5