Calon Taruni yang Digagalkan 'Tes Corona Tanpa Bukti' Ranking 1

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 06:54 WIB
Akademi Polisi (Akpol) Semarang
Akademi Kepolisian (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Jakarta -

Cuitan viral di media sosial soal seorang perempuan yang gagal lolos tes Akademi Polisi (Akpol) di tingkat pusat karena dibilang positif Corona (COVID-19). Berdasarkan informasi ternyata perempuan ini mendapatkan ranking 1 di daerahnya saat menjalani tes masuk akpol.

Pernyataan itu viral setelah diunggah melalui sebuah utas (thread) oleh akun Twitter, @siap_abangjagoo. Pemilik akun tersebut juga menyampaikan perempuan yang digagalkan itu ternyata memiliki hasil tes tertinggi di daerahnya.

"Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, udah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat," demikian cuit @siap_abangjagoo seperti dilihat detikcom, Jumat (7/8/2020).

Singkatnya wanita tersebut pun menceritakan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes di tingkat pusat, termasuk melakukan rapid test Corona. Dalam utas yang dibuatnya, dia menampilkan rapid test yang dilakukannya menunjukkan hasil negatif COVID-19.

Dalam foto hasil rapid test, terlihat rumah sakit tersebut memiliki kode area telepon 0778, yang merupakan kode telepon untuk daerah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Namun melalui sebuah video, dia menunjukan pihak kepolisian tiba-tiba datang ke rumahnya menyampaikan bahwa dia positif COVID-19, sehingga tak bisa ikut seleksi. Dia pun gugur di seleksi Akpol di tingkat pusat.

"Terus, sorenya dtg orang dari Polda ke rumahku. Ngasi kabar kalau aku dinyatakan positif covid, tp ngga ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid. Yaudah, intinya gabisa berangkat aja gitu alias gugur," cuitnya.

Tak terima, dia pun perempuan itu kembali melakukan swab test dan rontgen paru-paru hingga rapid dengan metode Eclia. Hasilnya pun dinyatakan negatif.

Tonton video 'Satgas Covid-19 : Dampak Covid Bisa Terasa Hingga Beberapa Dekade ke Depan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2