Kucurkan Rp 45 M, Gubernur Sumsel Minta Penanganan Karhutla Maksimal

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 19:33 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang -

Pemerintah terus melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Bahkan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah mengucurkan dana pencegahan ke daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran.

"Kalau ada kebakaran hutan dan lahan kita langsung siram pakai heli. Kita sudah siap sembilan unit heli kan, jadi kita siaga terus," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Menurutnya, tidak boleh ada titik api yang dibiarkan membara hingga dapat meluas. Sebagai bentuk keseriusan, pria yang akrab disapa HD ini telah mengucurkan dana Rp 45 miliar.

"Nggak ada yang boleh dibiarkan, segera diatas. Untuk Ogan Ilir (daerah langganan karhutla) kemarin sudah kita bantu dana Rp 45 miliar, bagi-bagi seluruh kabupaten kota," katanya.

Selain menyiapkan heli water bombing di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, HD meminta petugas di daerah agar lebih sigap dan tak bergantung pada heli water bombing saat pemadaman.

"Di Satgas aku instruksikan jangan tunggu heli datang, heli tetap datang. Tetapi harus dipadamkan secara konvensional, lakukan pencegahan dan penanganan dini," tegasnya.

Kondisi karhutla yang terus terjadi setiap tahun ini memang menjadi perhatian serius stakeholder, baik dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan swasta dan masyarakat. Kasubdit Kementerian LHK, Israr Albar mengatakan sebelum tahun 2015 pemerintah fokus pada pemadaman karhutla. Namun, sejak 2015 hingga saat ini fokus berubah menjadi pencegahan dan penanganan dini.

"Ada 3 kebijakan nasional dalam karhutla, yakni pencegahan seperti patroli terpadu dan mandiri. Selanjutnya penanggulangan serta penanggulangan pasca kebakaran," katanya.

Lebih lanjut, Israr menjelaskan KLHK kini mempunyai program pencegahan dan penanggulangan karhutla, meliputi program Kampung Iklim hingga aplikasi Si Pakar Hutan.

Sementara itu Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia atau APHI Komisariat Sumsel, Iwan Setiawan mengatakan tahun ini merupakan tahun kemarau basah. Namun, APHI tidak mau lengah dan terus melakukan pencegahan dini dalam mendukung pemerintah.

"Kami berperan aktif dan tergabung dalam Satgas Darurat Bencana Asap di Sumsel. Secara terbuka berkolaborasi dengan multi stakeholder, mulai pencegahan, mitigasi dan lainnya," pungkasnya.

(prf/ega)