Polisi Temukan Sejumlah Narkoba dari 4 Napi Penipu yang Catut Nama Menlu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 15:30 WIB
Gedung Bareskrim Polri
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar kasus penipuan yang mencatut nama menteri luar negeri hingga duta besar RI. Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah narkoba.

"Ada narkoba saat menggeledah dan (jumlahnya) banyak," jelas Direktur Tipid Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi dalam keterangan kepada detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Dalam aksinya ini, tersangka Dias dkk mencatut nama Menteri Luar Negeri, duta besar/pejabat KBRI, Konsulat Jenderal RI, hingga anggota DPR RI.

Slamet menuturkan tersangka menyasar para korban yang berada di 17 kota mancanegara, yakni di Washington DC, Toronto, Ottawa, Seoul, Khartoum, Den Haag, Moskow, Tokyo, Pyongyang, Mexico City, Brussels, Madrid, Dubai, Darwin, Singapura, Bandar Seri Begawan, dan Kuala Lumpur.

"Modus pelaku menggunakan identitas menteri luar negeri dan staf pribadi Menlu dengan menghubungi KBRI Washington, KJRI Toronto, dan hotline Kekonsuleran Ottawa," tuturnya.

Ia menambahkan motif tersangka melakukan penipuan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan secara finansial. Kerugian para korban dalam kasus ini mencapai ratusan juta rupiah.

"Motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan finansial dengan total kerugian Rp 332 juta," katanya.

Selain Dias, polisi menangkap 3 tersangka lainnya, yakni K (37), JS (41), dan D (30). Dari para tersangka, polisi menyita 16 ponsel yang disembunyikan di masing-masing sel.

Saat ini tim Bareskrim Polri masih mengembangkan kasus tersebut. Bareskrim menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain dalam kasus ini.

(mei/hri)