Andi Arief: Ibas Paparkan soal COVID-19 dan Rusaknya Ekonomi, Kok Diserang?

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 09:47 WIB
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisi karena kasus narkoba. Begini perjalanan Andi Arief dari mahasiswa hingga tersangkau narkoba.
Andi Arief (Foto: pool)
Jakarta -

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief merasa heran atas serangan yang yang dilontarkan ke Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Andi mengatakan Ibas hanya memaparkan bahaya COVID-19 dan rusaknya ekonomi akibat pandemi.

"Mas Ibas @Edhie_Baskoro memaparkan tentang bahaya COVID dan rusaknya ekonomi koq diserang. Tidak mungkin ekonomi meroket dalam keadaan sekarang," tulis Andi dalam cuitan di akun twitter pribadinya, seperti dilihat detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Andi, pembicaraan Ibas bertujuan untuk menyampaikan keinginan rakyat yakni ekonomi yang membaik. Andi menegaskan Demokrat harus tetap berada di pihak rakyat, meski saat ini berseberangan dengan pemerintahan.

"Meski Demokrat berada di luar pemerintahan, tapi tak boleh di luar hati dan perasaan rakyat. Rakyat mau ekonomi bangkit kata Mas Ibas," ujarnya.

Tonton juga 'Saat Ibas Banggakan Ekonomi RI Era SBY Meroket':

[Gambas:Video 20detik]

Serangan terhadap Ibas datang dari partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Serangan ini dipicu atas pernyataan Ibas yang memuji ekonomi di era ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan dan keyakinan, dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu, ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain. Termasuk tentang persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran," kata Ibas, Jumat (7/8/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2