Fadli Zon Kritik Jokowi soal Ekonomi Minus, PDIP: Anggap Saja Vitamin

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 08:26 WIB
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Waketum Gerindra Fadli Zon menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebut kritik Fadli Zon sebagai 'vitamin'.

"Kritik tersebut sebaiknya dipandang sebagai saran konsultan gratis dan dimaknai sebagai vitamin untuk meningkatkan kinerja," kata Hendrawan kepada detikcom, Jumat (7/8/2020).

Hendrawan menyebut ekonomi Indonesia pernah jatuh lesu pada 1998. Ia mewanti-wanti pemerintah untuk selalu waspada.

"Semula saya memperkirakan kontraksi sekitar minus 6%. Ternyata laporan BPS lebih rendah, yaitu minus 5,32%. Ekonomi Indonesia pernah jatuh lebih dalam, yaitu minus 13% pada 1998. Kita tetap harus waspada. Saya harap ini modal awal untuk melakukan pemulihan cepat," kata Hendrawan.

Menurutnya, memelihara daya beli masyarakat perlu menjadi prioritas utama agar ekonomi tak terpuruk. Krisis ekonomi, sebut Hendrawan, dapat memicu terlahirnya kebijakan yang rasional dan objektif.

"Kita tantang pemerintah untuk memanfaatkan momentum dan peluang yang ada," tuturnya.

Diketahui, Fadli menilai pemerintah gagal menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi. Kini, sebut dia, ada dua masalah yang sedang dihadapi pemerintah, yakni pandemi dan resesi ekonomi.

"Pemerintah terbukti lamban dan salah resep dalam mengantisipasi terjadinya krisis, baik terkait pandemi maupun eksesnya bagi perekonomian nasional. BPS sudah mengumumkan bahwa PDB kita pada kuartal II kemarin minus 5,32 persen. Angka ini jauh lebih buruk daripada ekspektasi pemerintah, yang sebelumnya memperkirakan hanya akan minus 4,3-4,8 persen saja," kata Fadli kepada wartawan, Jumat (7/8).

(isa/eva)