Mendagri, Gubernur Jatim hingga PKK Luncurkan Gerakan 26 Juta Masker

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 17:46 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Foto: dok.screenshot video Kemendagri)
Jakarta -

Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat Tri Suswati Tito Karnavian menghadiri launching gerakan 26 juta masker se-Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Malang. Acara tersebut merupakan salah satu implementasi dari perintah Presiden Joko Widodo untuk melakukan sosialisasi penggunaan masker dilakukan secara door to door.

"Oleh karena itu, atas perintah Pak Presiden juga, kita langkah pertamanya adalah membagi masker adalah kegiatan yang soft, simpatik, kepada masyarakat. Kalau langsung tek dengan penegakan, 'kami sudah susah, dibikin susah lagi'. Resistensinya mungkin tinggi sehingga kegiatan simpatik yang soft duluan kepada masyarakat bagi masker," kata Tito dalam acara launching gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur, yang disiarkan secara streaming di YouTube Livestreaming Kemendagri, Jumat (7/8/2020).

Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Malang M Sanusi. Tito mengapresiasi Provinsi Jawa Timur yang berkomitmen membagikan masker hingga 26 juta. Tito juga berpesan supaya kader PKK nanti mensosialisasikan penggunaan masker dengan benar kepada warga.

"Kemudian bagaimana memberikan sosialisasi ke mereka, sehingga yang memberikan ini tidak hanya memberikan, tapi juga sambil ngasih contoh cara menggunakan masker yang baik. Saya kemarin di suatu tempat itu kadernya makai-nya di bawah hidung. Saya bilang, gimana mau mensosisalisasikan, dia saja makai (masker) di bawah hidung," ujarnya.

Selain itu, Tito meminta agar kader PKK yang berusia di bawah 50 tahun saja dan yang tidak memiliki penyakit penyerta yang boleh melakukan kampanye masker door to door. Hal itu agar mencegah kelompok rentan terkena COVID-19.

"Khusus yang bergerak ke door to door ini saya paham ibu-ibu mungkin dalam keadaan normal itu menjadi andalan untuk kegiatan stunting, posyandu, dll. Tapi di situasi COVID-19, masalahnya berani nggak. Ya, karena itu, cari kader-kader yang berani, tapi jangan hanya berani, upayakan usianya di bawah 50, kemudian mereka yang tidak memiliki penyakit komorbid, bawaan," ujar Tito.

"Kalau tadi Bu Khofifah menyatakan diabetes dalam skala nasional, kami lihat hipertensi yang menjadi faktor utama penyebab kematian, jadi bukan COVID-19 itu sendiri. Yang punya penyakit bawaan ya jangan diajak, jangan dipaksakan. Nanti kasihan mereka," ucapnya.

Sementara itu, istri Tito, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat Tri Suswati Tito Karnavian, mengatakan pembagian masker juga harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Selain itu, ia meminta kelompok masyarakat lainnya selain ibu-ibu PKK juga berkontribusi dalam gerakan pembagian masker tersebut.

"Kebetulan perintah tersebut kita dimudahkan dengan adanya gerakan sejuta masker tiap-tiap daerah yang dicanangkan Bapak Mendagri sehingga tim penggerak PKK sangat mudah sekarang hanya menyediakan tenaga, pikiran, dan waktunya dalam pembagian masker door to door ini. Namun tentu kita tetap memperhatikan protokol kesehatan bagaimana kita selalu menggunakan masker yang benar karena banyak sekali style gaya orang memakai masker yang kadang tidak sesuai aturan," ujarnya.

Sementara itu, Khofifah mengaku kepala daerah di bawah jajarannya siap berkontribusi untuk merampungkan pembagian 26 juta masker ke masyarakat Jatim. Ia mengatakan pada prinsipnya agar COVID-19 dapat dikendalikan salah satunya dengan menggunakan masker.

"Kami ingin melaporkan sampai kemarin ada 26 juta masker yang siap untuk dibagikan kepada seluruh elemen baik warga Jatim maupun yang sedang berkunjung ke Jatim. Yang ada di sini harus sehat dan yang hadir di sini harus sehat, kita lindungi diri kita dengan menggunakan masker orang-orang yang bersama kita juga harus terlindungi dengan menggunakan masker," ungkap Khofifah.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin dalam 2 minggu ke depan pemerintah menggalakkan kampanye penggunaan masker demi mencegah virus Corona baru. Jokowi meminta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi ujung tombak kampanye itu.

"Saya ingin ini melibatkan PKK. Kita coba PKK. Ini istri Mendagri (Menteri Dalam Negeri) ini yang nanti.... Saya nggak tahu tapi kalau Ibu-ibu nanti khawatir mengenai masalah COVID ya mungkin kita rem, tapi kalau ibu-ibu siap," ujar Jokowi mengawali arahannya dalam rapat terbatas itu seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/8).

"Saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk door to door urusan masker," imbuhnya.

(yld/imk)