Sabu 200 Kg Diamankan di Kalsel, Ketua MPR Minta Penjagaan Diperketat

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 16:47 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Keberhasilan polisi mengamankan 10 karung berisi sabu berbobot 200 kg di Kalimantan Selatan, Kamis (6/8/2020) diapresiasi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Narkoba tersebut merupakan bagian dari jaringan pemilik 208 kg sabu yang diungkap pada Maret lalu.

"Mengingat luasnya wilayah Indonesia, menutup berbagai pintu masuk narkoba bukanlah pekerjaan mudah. Tugas berat itu harus dipikul kepolisian demi memastikan masa depan anak bangsa tak tercederai narkoba. Data Badan Narkotika Nasional menyebutkan, di tahun 2019 lalu pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,6 juta jiwa dengan pengguna rata-rata berusia 15-65 tahun. Keberhasilan mengamankan 200 Kg sabu maupun berbagai narkoba lainnya, adalah keberhasilan menyelamatkan masa depan bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangannya Jumat (7/8/2020).

Mantan Ketua DPR RI ini berpesan pada kepolisian untuk terus memperkuat penjagaan di perbatasan. Ia memandang, situasi pandemi COVID-19 bisa saja dimanfaatkan penyelundup untuk memasukan lebih banyak narkoba ke Indonesia karena mengira kepolisian mengendurkan penjagaan.

"Kita patut curiga bahwa masuknya narkoba ke Indonesia tak semata menguntungkan para pengedar dari segi ekonomi saja. Melainkan juga patut dicurigai sebagai aksi untuk melemahkan kedaulatan bangsa Indonesia. Dengan semakin meningkatkan kewaspadaan, semakin besar peluang Indonesia terlepas dari jerat narkoba," imbuh Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI itu berpendapat, kepolisian Indonesia perlu membangun kerjasama erat dengan kepolisian di berbagai negara, khususnya Asia Tenggara. Sebab, bukan hanya Indonesia yang diberondong peredaran narkoba, negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand juga punya masalah serupa. Selain Narkoba, lanjut Bamsoet, peredaran obat-obatan sintesis seperti metamfetamin dan fentanyl juga perlu diwaspadai.

"Kuncinya ada di penegakan hukum. Selain memberikan efek jera, penegakan hukum terhadap para bandar dan pengedar juga harus memberikan sinyal kuat kepada dunia, bahwa Indonesia tak main-main dalam memberantas narkoba," tutup Bamsoet.

(ega/ega)