Permukiman Jadi Klaster Corona Terbanyak, Salah Satunya Gegara Warga Nongkrong

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 16:05 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Satuan Tugas COVID-19 mengungkapkan klaster permukiman jadi penyumbang kasus positif virus Corona terbanyak. Ada dua kemungkinan penyebab tingginya penularan virus Corona di permukiman.

Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat di permukiman berkerumun karena jenuh saat bekerja di rumah. Kemungkinan berikutnya adalah penularan di dalam rumah. Salah satu anggota keluarga menjadi pembawa virus sepulang ia kerja.

"Yang paling banyak klaster dari permukiman. Di situlah orang lengah karena sudah lama di rumah atau mungkin stres kerja di rumah, mereka akhirnya berkerumun dengan warga sekitar atau bahkan dari berbagai tempat. Mereka tidak sadar di keluarga, arahnya dari berbagai sudut, di rumah tertular," ujar Wiku dalam diskusi 'Identifikasi Klaster Baru dan Cara Penularan; yang disiarkan saluran YouTube BNPB, Jumat (7/8/2020).

Wiku mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan di rumah. Masyarakat diimbau mencuci tangan, mengganti baju, dan mandi saat tiba di rumah dan sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, pakar kesehatan masyarakat Prof Ascobat Gani mengungkap masih adanya masyarakat yang berkerumun di permukiman sehingga berpotensi menjadi sumber penularan virus Corona. Di samping itu, kegiatan olahraga secara berkelompok bisa menjadi sumber penularan.

"Stay at home orang cari kegiatan kompensasi kebosanan. Saya lihat di permukiman anak-anak berkumpul, bukan tinggal di rumah, nongkrong di pertigaan. Saya sering bicara dengan mereka. Itu potensial. Kedua, kelompok-kelompok sport bersama, misalnya gowes," ujar Asco.

Tonton video 'Satgas Covid-19 : Dampak Covid Bisa Terasa Hingga Beberapa Dekade ke Depan':

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/imk)