Selundupkan 230 Kg Ganja, 5 WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 14:10 WIB
Menlu Retno Marsudi
Foto: Menlu Retno Marsudi (Dok Kemlu)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan ada lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Malaysia. Kemlu menyebut, kelima WNI itu ditangkap akibat membawa sekitar 230 kg ganja.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Judha Nugraha mendapatkan laporan terkait hal itu melalui Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 27 Juli 2020 lalu. Dia menjelaskan kelima WNI itu ditangkap saat berada dalam dua kapal kayu di Langkawi, Malaysia.

"Tanggal 27 Juli 2020, kjri peenang telah menerima 2 surat dari APMM Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia atau Malaysian Coast Guard mengenai adanya penangkapan 2 kapal kayu tidak bermotor pada tanggal 25 Juli 2020 di perairan Langkawi. Dari dua kapal itu masing-masing ada 3 WNI dan 2 WNI sehingga total ada 5 WNI yang ditahan," Judha dalam telekonferensi pada Jumat (7/8/2020).

Judha mengatakan kelima WNI itu tertangkap membawa sekitar 230 kg ganja. Mereka, kata Judha, didakwa melanggar section 39 b Akta Dadah Berbahaya tahun 1952.

"Dalam 2 kapal tersebut terdapat total 230 kg ganja dan 5 WNI kita tersebut didakwa melakukan pelanggaran section 39 b Akta Dadah Berbahaya tahun 1952," ujar Judha.

Usai mendapat laporan tersebut, menurut Judha pihak KJRI Penang segera mengirimkan surat ke APMM guna menemui kelima WNI tersebut. Judha mengatakan, saat ini lima WNI itu sedang menjalankan protokol Kesehatan, yaitu tes polymerase chain reaction (PCR)

"Berdasarkan informasi yang kita terima APMM saat ini sedang menjalankan tes PCR bagi 5 WN kita tersebut dan setelah seluruh protokol kesehatan telah dijalani maka kita harapkan akses kekonsuleran dapat segera dilakukan oleh teman-teman KJRI," ucap Judha.

Selain itu, Judha juga mengatakan Kemlu akan terus memberikan pendampingan hukum kepada lima WNI itu. Khususnya, kelima WNI itu didakwa pelanggaran section 39 b Akta Dadah Berbahaya 1952 serta terancam mendapat hukuman mati.

"Mengingat kasus ini terkait dengan pelanggaran section 39 b Akta Dadah Berbahaya yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati maka sesuai dengan prosedur maka kami Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Malaysia akan melakukan pendampingan kepada WNI tersebut dengan melakukan lawyer yang sudah ada," ucap Judha.

Tonton video 'BNN Musnahkan 10,5 Hektare Ladang Ganja':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)