Napi Terorisme Jaringan JAT Bebas dari Lapas Cilegon

M Iqbal - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 13:32 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi penjara (Thinkstock)
Cilegon -

Seorang napi terorisme (napiter), Novero alias Abu Ibrahim bin Picak Abdullah, bebas murni dari Lapas Kelas II A Cilegon. Novero bebas setelah menjalani 2 tahun penjara.

Mantan napiter itu sebelumnya ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Ia baru dipindahkan ke Lapas Cilegon pada 18 Juni 2020 untuk menjalani sisa masa hukuman.

"Hari ini tepatnya tanggal 7 Agustus 2020 dibebaskan satu warga binaan tindak pidana UU 15 Tahun 2003 tentang Terorisme atas nama Novero bin Abdullah," kata Kepala Keamanan Lapas Cilegon Sumayo kepada wartawan di Cilegon, Jumat (7/8/2020).

Ia masuk penjara dan ditahan pada 7 Agustus 2018. Selama dipindah ke Lapas Cilegon, Sumaryo mengatakan mantan napiter itu dalam keadaan sehat. Pihak lapas juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, BIN, dan Densus 88 sebelum Novero bebas murni.

"Sebelum dibebaskan kami sebenarnya sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait di antaranya dari Densus 88, kemudian dari BIN wilayah Banten, dan Polres Cilegon sehingga pada pelaksanaannya hari ini mereka pun turut serta mendampingi," katanya.

Novero bebas mendapat pengawalan ketat dari pihak Densus 88 dan kepolisian. Ia dijemput oleh keluarganya.

"Novero ini pada hari ini dijemput oleh pihak keluarganya, anak-istrinya semuanya datang ke sini," kata dia.

Kasus keterlibatan Novero alias Abu Ibrahim dalam kasus terorisme terbukti dari ia ikut serta dalam Jaringan Ansorut Tauhid (JAT) dan ikut serta mendanai salah satu salah satu anggota JAT, Alvin, untuk berangkat ke Suriah.

(gbr/idh)