Hutama Karya Internalisasi Nilai AKHLAK yang Digagas Erick Thohir

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 10:31 WIB
HK
Foto: Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) tengah melakukan internalisasi tata nilai (core values) perusahaan sejalan dengan nilai-nilai yang telah digagas oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Internalisasi core values tersebut dilakukan melalui pedoman budaya kerja seluruh BUMN yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020.

Hutama Karya secara resmi telah merilis 'AKHLAK' sebagai tata nilai baru perusahaan pada Senin (13/7/2020). AKHLAK mengandung standar nilai yang terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya Muh. Erry Sugiharto mengatakan AKHLAK menjadi pedoman dalam berperilaku bagi seluruh Insan Hutama Karya yang wajib ditaati sebagai bentuk semangat BUMN dan Hutama Karya untuk mewujudkan Indonesia Maju.

"AKHLAK ini menjadi tata nilai baru Hutama Karya menggantikan tata nilai perusahaan yang sebelumnya yaitu Integritas, Profesional, dan Fokus pada Pelanggan. Meski begitu tata nilai baru ini tidak mengubah makna yang terkandung dalam tata nilai perusahaan yang sebelumnya, justru semakin dioptimasi melalui nilai nilai yang ada di dalamnya," ujar Erry dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020).

Untuk memastikan penerapan budaya akhlak ini menjadi optimal di lingkungan Hutama Karya hingga anak dan cucu perusahaannya, lanjutnya, manajemen menetapkan pedoman AKHLAK melalui kebijakan resmi bertajuk Peraturan Direksi.

"Untuk Pedoman AKHLAK sebagai tata nilai perusahaan kami turunkan ke dalam Peraturan Direksi PT Hutama Karya (Persero) tentang Tata Nilai Perusahaan PT Hutama Karya (Persero). Peraturan Direksi ini satu level diatas KPTS dan hingga saat ini hanya ada dua Peraturan Direksi di perusahaan, sehingga sifatnya mengikat," tuturnya.

Guna memastikan implementasi tata nilai AKHLAK sebagai tata nilai baru di perusahaan dapat berjalan dengan efektif, imbuh Erry, Hutama Karya telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi baik secara offline maupun online dengan menggandeng seluruh Insan Hutama Karya di semua level terutama milenial.

Sosialisasi dimulai dari level top management melalui seri pelatihan eksekutif bertajuk Coaching for Top Management oleh ESQ Leadership Center yang diikuti oleh Direksi, Executive Vice President, dan Direksi Anak Perusahaan hingga Afiliasi. Puncaknya, Hutama Karya akan menyelenggarakan talkshow interaktif Internalisasi Value AKHLAK pada 31 Agustus 2020 mendatang dengan menghadirkan Deputi bidang SDM, Teknologi, & Informasi Kementerian BUMN Alex Denni sebagai narasumber utama.

"Kami bekerja sama dengan ESQ Leadership Center untuk penerapan budaya AKHLAK di Hutama Karya. Harapannya talkshow sebagai puncak sosialisasi nanti dapat diikuti oleh ribuan Insan Hutama Karya hingga cucu perusahaannya di seluruh Indonesia secara daring," terangnya.

Hutama Karya saat ini tengah menjalankan mandat pemerintah untuk mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.700 km hingga 2024 nanti. Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 588 km dengan 368 km ruas tol yang telah beroperasi secara penuh.

Ruas tol tersebut yakni ruas Medan - Binjai seksi 2&3 (17 km), ruas Palembang - Indralaya (22 km), ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (140 km), ruas Terbangi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 km). Erry mengatakan Hutama Karya terus memberikan upaya terbaiknya dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera, sehingga ruas-ruas yang masih dalam tahap konstruksi dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

"Dengan diimplementasikannya tata nilai perusahaan yang baru yaitu AKHLAK, kami berharap dapat menjalankan amanah dan kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan, meningkatkan kualitas SDM, mampu beradaptasi dalam segala situasi melalui digitalisasi sistem dan pemanfaatan teknologi, serta bisa terus bersinergi dengan berbagai kalangan guna mewujudkan kemajuan infrastruktur di Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)