Ibas Banggakan Ekonomi Era SBY Meroket, Koalisi Jokowi: Berlebihan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 09:56 WIB
Ibas
Ibas Yudhoyono menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ibas menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket.

Ibas sebelumnya menyebut Indonesia saat ini banyak mendapat tantangan, dari pandemi, ekonomi, keuangan, pembangunan, hingga demokrasi dan hak-hak sipil. Dia menyebut rakyat saat ini membutuhkan bukti dan janji.

"Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan dan keyakinan, dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu, ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain. Termasuk tentang persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran," kata Ibas, Jumat (7/8/2020).

Ibas menyebut Demokrat hadir untuk negara. Dia mengklaim Demokrat hadir sebagai partai yang bisa mencegah negara ini masuk jurang.

"Ada negara sukses dan berhasil, sesungguhnya Demokrat justru hadir memberikan koreksi dan kritik dan solusi supaya negara tidak jatuh ke jurang. Kita ingin agar Demokrat menjadi partai yang cerdas dan tepat dalam berpikir," ucap Ibas.

"Ketika benar kita katakan benar, ketika tidak kita katakan tidak. biar ruang demokrasi ini tetap terjaga, jadikanlah Partai Demokrat tetap hadir agar demokrasi kita lebih berwarna dan terjaga," imbuh Ibas.

Partai Gerindra mengkritik pernyataan Ibas soal ekonomi meroket era SBY. Juru bicara Gerindra Habiburokhman menilai diksi 'meroket' Ibas agak berlebihan.

"Kami menghormati Mas Ibas sebagai politisi yang mulai matang. Namanya politisi wajar klaim keberhasilan era kepemimpinan mereka walau istilah 'meroket' sedikit berlebihan karena rata-rata di bawah 6%," sebut Habiburokhman.

Habiburokhman mengajak Ibas menatap masa depan. Dia menilai sudah seharusnya semua elemen ikut memajukan negara ini.

"Sebagai bangsa baiknya kita harus bicara ke depan, apa yang bisa kita lakukan bersama untuk memajukan bangsa ini," ucap dia.

Sementara itu, politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menilai ekonomi era SBY cenderung stabil. Indonesia mengalami krisis tahun 2008 dan memang bisa keluar. Namun, kata dia, Indonesia saat itu masih tertinggal dari negara lain.

"Sementara kita tertinggal jauh dari negara-negara middle income dalam hal pembangunan infrastruktur sebagai basis pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi produksi. Saya melihat pemerintahan Jokowi mengembangkan strategi pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi produksi dengan membangun basis pembangunan fisik infrastruktur-infrastruktur dasar yang strategis dan pembangunan SDM pendidikan, termasuk pendidikan vokasi," ucap Andreas.

Tonton video 'Temui Bamsoet, AHY Diskusi Upaya Pemulihan Ekonomi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2