Berkat Warung Digital, Penjahit Rumahan Bertahan di Tengah Pandemi

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 14:36 WIB
Grab Indonesia
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Idah Sri Astuti (42), penjahit rumahan yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai guru TK merasakan imbas pandemi Corona terhadap usahanya. Akibat adanya pandemi ini jasa menjahitnya sepi pesanan. Namun berkat usaha warung digital, Idah bisa bertahan di tengah pandemi.

Idah bergabung dengan GrabKios pada 2018 untuk menambah pemasukan harian dengan modal yang didapatkan dari penghasilan bulanan suaminya. Idah mengaku tak terlalu takut saat pertama kali bergabung karena modal yang dibutuhkan terhitung kecil dan suaminya mendukung. GrabKios merupakan warung digital dari Grab yang menyediakan layanan transaksi digital seperti pembayaran token listrik, isi pulsa, dan lainnya.

"Saya bisa mulai berjualan dari rumah atau dari mana pun. Awalnya saya menawarkan ke teman-teman penjahit dan tetangga dekat untuk beli pulsa," ujarnya dalam keterangan tertulis Grab, Kamis (6/8/2020).

Soal penjualan, ia mengaku pernah dalam satu bulan mendapatkan rekor pemasukan yang besar. Pendapatannya dari GrabKios meningkat hingga 200% apabila dibandingkan dengan penghasilan dari menjahit.

"Saat masuk masa pandemi, order menjahit tidak ada sama sekali dan saya hanya bergantung dari mengajar dan berjualan lewat GrabKios," ungkapnya.

Dengan pendapatan yang diperoleh dari GrabKios tersebut, Idah bersyukur karena pemasukannya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan dua anaknya hingga sekarang.

"Dengan membuka usaha GrabKios, saya tidak pernah mengenal istilah 'gali lobang tutup lobang' sampai sekarang dan masih bisa #TerusUsaha untuk kehidupan saya, keluarga dan orang-orang di sekitar saya," imbuhnya.

Selain Idah, mitra merchant GrabKios di Bandung rata-rata mengalami peningkatan pendapatan 11% menjadi Rp 14,9 juta per bulan sejak bergabung dan mitra GrabFood Bandung mengalami peningkatan pendapatan hingga 37% menjadi Rp 54,9 juta per bulan berdasarkan riset tersebut.

Untuk diketahui, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis riset yang dilakukan pada Januari 2020 di Kota Bandung dan menemukan Grab meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 11%.

Sejalan dengan temuan ini, Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Jawa Barat yang merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM seraya mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah.

(prf/ega)