Pilkada 2020, Tito: Jangan Pilih Calon yang Tak Punya Ide Tangkal Corona

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 14:23 WIB
Foto: Mendagri Tito Karnavian (Andika-detikcom)
Foto: Mendagri Tito Karnavian (Andika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pilkada 2020 yakni momentum pergerakan untuk mengatasi permasalahan dan dampak akibat virus Corona (COVID-19). Untuk itu, Tito meminta masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki gagasan untuk menangani dampak sosial hingga ekonomi akibat virus tersebut.

"Saya melihat ada satu momentum yang bisa membuat daerah ini bergerak yaitu momentum Pilkada, karena Pilkada ini pertarungan kekuasaan, jumlah daerah 270 ini pertarungan ini bagi seorang kepala daerah, tapi begitu ada Pilkada all out semua mesin dikeluarkan juga, " kata Tito melalui keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020).

"Yang kira-kira tidak punya adu gagasan ya jangan dipilih. Kasihan (karena) problem besar masyarakat ini masalah COVID dan dampak sosial-ekonominya, dan problem negara, dunia," sambungnya.

Tito ingin agar penanganan COVID-19 menjadi tema pilkada serentak kali ini. Dikatakan Tito, ia telah mengatur materi debat yang berhubungan dengan gagasan penanganan COVID-19.

"Oleh karena itulah settingnya, tema besarnya adalah harus bangun bersama para kepala daerah dalam rangka penanganan COVID-19 dan dampak sosial ekonominya di tengah Pilkada, dengan tema besar itu maka kita mulai atur juga settingnya, settingnya di KPU kami sudah kompak membuat aturan yang berhubungan dengan penanganan COVID, misalnya untuk materi debat adu gagasan mengenai COVID," ujarnya.

Tito menuturkan, nantinya alat peraga yang dipergunakan berupa alat pelindung diri mulai dari masker hingga hand sanitizer. Hal itu dilakukan agar proses demokrasi dan penanganan COVID-19 tetap berjalan beriringan.

"Selain debat itu, kemudian di aturan-aturan lain juga diatur mengenai alat peraganya (alat peraga kampanye). Alat peraganya ganti (menjadi) masker, hand sanitizer, sehingga terjadi dua proses, demokrasi berjalan kemudian penanganan COVID juga menjadi masif," tuturnya.

Tonton video 'Jokowi Tak Ingin Pilkada 2020 Jadi Klaster Baru Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)