Permohonan Ganti Kelamin Nadya Jadi Adam Ditolak PN Palangkaraya

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 12:34 WIB
Liverpool, UK - August 1, 2015: Liverpool Pride is the city’s annual celebration of the Lesbian, Gay, Bisexual and Trans community (LGBT). Now in its sixth year, it was launched in memory of Liverpool teenager Michael Causer, who was murdered during a homophobic attack at a house party in 2008. Each year takes on a different theme - for 2015, the theme is Love is No Crime.
Foto Ilustrasi. (dok. iStock)
Palangkaraya -

Pengadilan Negeri (PN) Palangkaraya menolak permohonan Nadya (23) untuk mengubah status jenis kelaminnya dari perempuan menjadi lelaki dengan nama Adam. Majelis hakim menilai permohonan itu bertentangan dengan norma dan agama.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Palangkaraya yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (6/8/2020). Alasan Nadya meminta menjadi laki-laki karena:

1. Telah menggunakan nama sosial sebagai Adam baik ranah pekerjaan dan atau jaringan sosial;
2. Nama sosial yang saya gunakan saat ini menyesuaikan dengan ekspresi saya saat ini, sesuai dengan kenyamanan saya;
3. Nama saya pada sebelumnya menjadi kendala pada saya ketika mengakses layanan publik, pengajuan cicilan Offline/Online, terbatasnya akses Pencarian Kerja karena dianggap tidak sesuai pada keadaan ekspresi saya saat ini.
4. Sering mendapat Bullying terkait nama dan ekspresi saya saat ini;
5. Menghambat kinerja produktif saya sebagai manusia untuk berkembang sebagai masyarakat Indonesia;

Untuk meyakinkan hakim, Nadya alias Adam menghadirkan teman dekatnya. Temannya menyatakan Nadya alias Adam sudah sangat tertekan psikologinya karena yang bersangkutan kerja di lingkungan pekerjaan kaum lelaki, yaitu sebagai bartender di sebuah bar/karaoke.

Nadya alias Adam, kata temannya, sudah mengubah total penampilannya menjadi seperti laki-laki. Mengubah penampilan yang dimaksud yaitu mengenakan pakaian laki-laki, menumbuhkan janggut, mengecilkan payudara, dan menato badan, dan sudah berperilaku layaknya laki-laki.

Namun permohonan itu ditolak hakim tunggal PN Palangkaraya. "Menyatakan Permohonan Pemohon tidak dapat diterima (niet onvantkelijke verklaard)," kata hakim Alfon dalam sidang pada 22 Juli 2020.

Alvon menilai permohonan Nadya tidak sesuai dengan Pasal 52 UU Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipul, Pasal 32 PP 32/2007 tentang Pelaksanaan UU Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil dan Pasal 93 ayat 1 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Apa alasan hakim Alvon menolak pemohonan Nadya?

"Permohonan Pemohon tentang perubahan/pergantian nama pemohon dari yang semula Nadya diubah atau diganti menjadi Adam menurut hemat hakim yang memeriksa perkaranya sangat bertentangan dengan norma kepatutan dan norma sopan santun dan adat istiadat di tengah masyarakat," sebut Alfon.

(asp/elz)