Satgas COVID-19 Cilegon: Disdik Tak Koordinasi soal Sekolah Tatap Muka

M Iqbal - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 11:46 WIB
Salah satu SMP di Cilegon, Banten yang mulai memberlakukan sekolah tatap muka.
Foto: Salah satu SMP di Cilegon, Banten yang mulai memberlakukan sekolah tatap muka. (Iqbal-detikcom)
Cilegon -

Metode sekolah tatap muka di Cilegon, Banten di masa pandemi Corona akhirnya tak dilanjut. Pembatalan kebijakan itu lantaran kasus positif virus Corona di Cilegon terus bertambah.

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Cilegon menyebut pihak Dinas Pendidikan tidak berkoordinasi terkait uji coba sekolah tatap muka yang berlangsung selama 2 hari sebelum akhirnya dibatalkan pada Rabu (5/8) kemarin itu.

"Nggak, nggak, itu nanya Disdik aja, itu nggak koordinasi sama kita mau uji coba 2 hari," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kota Cilegon, Erwin Harahap saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/8/2020).

Satgas, kata Erwin, kala itu hanya diperintahkan untuk membuat konsep protokol kesehatan sebelum diberlakukannya sekolah tatap muka. Namun, pihak Disdik malah melakukan uji coba sebelum konsep protokol kesehatan rampung.

"Kalau kita Gugus Tugas itu kan hanya diperintahkan konsep membuat protokol COVID-19. Nah konsep protokol Covid itu kan nggak bisa asal konsep-konsep itu kan harus dirapatkan," ujarnya.

"Protokol Covid itu bisa masuk ya diterima tapi kan gitu ya, di satu sisi pertumbuhan perkembangan COVID-19 di Cilegon bertambah ditambah lagi peraturan SKB 4 Menteri," lanjut Erwin.

Erwin mengatakan, Cilegon sendiri saat ini masih menyandang status zona kuning. Dalam peraturan SKB 4 Menteri, kata dia, daerah yang masih berada di zona kuning dilarang untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

"Nah zona itu harusnya zona hijau. Nah kita kan masih zona kuning itu dilarang, zona kuning, zona orange, zona merah itu dilarang," ujarnya.

Sebelumnya, sekolah tatap muka di Cilegon, Banten batal dilanjutkan. Keputusan itu setelah tim Satgas Penanganan COVID-19 menggelar rapat dan memutuskan proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring.

Pembatalan sekolah tatap muka yang diuji coba oleh Dinas Pendidikan Kota Cilegon mengacu pada semakin meningkatnya kasus positif COVID-19 di Cilegon. Selain itu, Satgas juga mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri sebagai langkah pembatalan tersebut.

"Iya itu ditutup karena mengacu kepada SKB 4 menteri. Kalau di luarnya itu kan banyak faktor, pertama peningkatan kasus positif di Cilegon bertambah terus, kedua Cilegon masih posisi zona kuning, ketiga adalah mengacu kepada SKB 4 menteri," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kota Cilegon, Erwin Harahap saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/8/2020).

(mae/mae)