Round-Up

Kebiasaan Buruk 'Nanti Sembuh Sendiri' Bikin Kematian Corona Tinggi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 08:01 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)

Sebesar 23-26% lebih kematian di Indonesia disebabkan hipertensi. Indonesia juga menempati peringkat ke-6 dunia dalam hal penyakit diabetes melitus, dengan 10 juta lebih penderita diabetes melitus ada di Indonesia.

Selain itu, ada faktor ketersediaan alat kesehatan dan sumber daya manusia yang bekerja di bidang kesehatan. Untuk mengurangi kepadatan tingkat okupansi di rumah sakit, pasien COVID-19 tanpa gejala berat bisa menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Semua itu bisa berkontribusi terhadap tingginya angka kematian di Indonesia. "Pencegahan lebih utama," kata Dewi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyoroti angka kematian COVID-19 di Indonesia yang cukup tinggi. Jokowi menyampaikan case fatality rate Indonesia 4,7 persen atau lebih tinggi 0,8 persen dari angka kematian global.

"Suasana pada minggu-minggu ini masyarakat berada pada posisi yang khawatir, mengenai COVID, entah karena kasusnya meningkat atau terutama menengah atas melihat karena orang taat pada protokol kesehatan bukan semakin sedikit tapi semakin banyak dan kita tahu sampai kemarin sudah ada 111 ribu lebih kasus dengan case fatality rate 4,7 persen dan angka kematian di Indonesia lebih tinggi 0,8 persen dari kematian global ini, saya kira yang menjadi PR besar kita bersama," kata Jokowi saat ratas, Senin (3/8).

Halaman

(eva/azr)