Wawalkot Bogor Duga 10 Pegawai RS Azra Tertular Corona Saat Makan di Warung

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 17:37 WIB
Ketua GTPP COVID-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim
Foto: Dedie A Rachim. (Dok Istimewa).
Jakarta -

Sebanyak 10 pegawai rumah sakit (RS) Azra Bogor positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menduga para pegawai ini terinfeksi virus Corona dari lingkungan sekitar RS.

"Ya jadi kita menduga, kita menduga salah satu potensi penularan adalah tempat-tempat misalnya tempat makan ya, atau kantin yang berada di lingkungan sekitar rumah sakit, gitu," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Dedie menduga pegawai RS Azra terinfeksi COVID-19 saat sedang makan di luar rumah sakit. Diduga karena berkumpul saat makan, pegawai RS Azra ini terinfeksi virus Corona.

"Mungkin dia (pegawai RS Azra) kumpul makan siang nih, dia makan siang di warung di luar, kumpul-kumpul sama orang lain, kan gitu kan. Itu kurang lebih (dugaan penyebab para pegawai RS Azra terinfeksi COVID-19)," lanjut Dedie.

Dia menambahkan, RS Azra adalah salah satu dari 8 RS rujukan penanganan COVID-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dinkes Jabar pun, menurut Dedie, telah melakukan visitasi ke RS Azra dan RS Medika Dramaga, kemarin.

Dari hasil visitasi Dinkes Jabar, Dedie menjelaskan RS Azra hanya dapat menangani pasien COVID-19 level ringan dan sedang saja. Untuk kasus berat, hanya dapat ditangani RSUD Kota Bogor dan Bogor Senior Hospital.

"Yang pertama, RS yang diperkenankan menangani kasus COVID berat adalah RS yang memiliki ruang isolasi bertekanan negatif. Kemudian syarat kedua, RS harus memiliki alat bantu pernafasan yang memadai. Yang ketiga, RS harus memiliki fasilitas dan tenaga kesehatan sesuai persyaratan," terangnya.

"Maka dari itu, 6 RS lain selain RSUD dan Bogor Senior Hospital, hanya boleh menangani kasus sedang dan ringan, termasuk diantaranya yang kemarin divisitasi, yaitu RS Azra dan RS Dramaga. Itu updatenya," tambah Dedie.

Sebelumnya, RS Azra di Kota Bogor menjadi klaster baru setelah 10 orang di rumah sakit itu tertular virus Corona. Sepuluh orang itu bukan tenaga medis. Mereka adalah petugas sekuriti, petugas parkir, dan pegawai frontliner.

"(RS) Azra (Bogor) total ada 10 (yang positif virus Corona). Enam warga Kota (Bogor), empat warga Kabupaten (Bogor)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Minggu (2/8).

Sepuluh pegawai RS Azra Bogor ini diketahui positif terinfeksi Corona pada 31 Juli lalu. Sedangkan untuk penyebab adanya orang di RS ini yang terinfeksi virus Corona, Dedie mengatakan Pemkot Bogor masih melakukan penelusuran.

"Ya bisa saja dari orang masuk dari tempat parkir kan, bisa juga. Atau bisa dari mana aja, dari tempat ganti baju, dari kantin, dari mana aja. Lagi ditelusuri ini (penyebab ada kasus positif COVID-19 di RS Azra Bogor)," tuturnya.

Tonton video 'Bos Restoran di Bogor Diduga Terpapar saat Resepsi Pernikahan':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)