Jokowi Targetkan Menkes Terawan Turunkan Angka Stunting Jadi 14% di 2024

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:20 WIB
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penurunan angka stunting di Indonesia menjadi 27,6% masih belum cukup. Untuk itu, Jokowi menargetkan Menkes Terawan Agus Putranto menurunkan angka stunting menjadi 14% di tahun 2024.

"Dari data yang saya miliki, ada perbaikan prevalensi stunting dari 37% di 2013 menjadi 27,6% di 2019. Ada penurunan yang cukup lumayan, tapi saya kira ini tidak cukup. Kita harus menurunkan lebih cepat lagi dan target kita sesuai yang saya sampaikan, saya berikan ke Menteri Kesehatan, di 2024 kita turun menjadi 14%," kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas percepatan penurunan stunting yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (5/8/2020).

Dalam rapat terbatas, Jokowi memerintahkan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun posyandu tetap berjalan meski di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Ibu hamil harus tetap mendapat makanan tambahan dan ibu menyusui tetap diberi suplemen dan vitamin A.

"Akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita di puskesmas maupun posyandu, ini harus kita pastikan tetap berlangsung, tidak berhenti di tengah pandemi ini yaitu pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil. Dan juga pemberian suplemen, vitamin A bagi ibu yang menyusui dan makanan pendamping ASI," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi ingin sosialisasi pencegahan stunting harus ditingkatkan. Jokowi meminta ada pelibatan PKK, tokoh masyarakat, hingga relawan dalam rangka penurunan stunting di Indonesia.

"Aspek promotif, edukasi, sosialisasi bagi ibu hamil juga pada keluarga harus terus digencarkan sehingga meningkatkan pemahaman pencegahan stunting. Sekali lagi, saya minta ini juga melibatkan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT dan RW, serta relawan dan kita harapkan ini menjadi gerakan bersama di masyarakat," kata Jokowi.

(dkp/fjp)